Sunday, February 14, 2010

LESSONS PLAN : LAW’S NEWTON-GRAVITATION


 


 


 

Nama Satuan Pendidikan

Mata Pelajaran

Kelas/ Program/Semester

Materi Pokok

Alokasi Waktu  

: SMA NEGERI 1 MAKASSAR

: F I S I K A

: XI / ILMU ALAM / GAZAL

: HUKUM GRAVITASI NEWTON

: 8 x 45 menit /(4x Pertemuan)


 


 

STANDAR KOMPETENSI

: 

  1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik

KOMPETENSI DASAR  

: 

1.2. Menganalisis keteraturan gerak planet dalam tatasurya berdasarkan hukum-hukum Newton

INDIKATOR PENCAPAIAN

: 

  1. Memformulasikan hubungan antara gaya gravitasi dengan massa benda dan jaraknya
  2. Menghitung resultan gaya gravitasi pada benda titik dalam suatu sistem
  3. Membandingkan percepatan gravitasi dan kuat medan gravitasi pada kedudukan yang berbeda
  4. Menganalisis gerak planet dalam tata surya berdasarkan hukum Keppler


 

  • TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 :

  • Siswa dapat menyebutkan bunyi hukum gravitasi umum Newton
  • Siswa dapat menerapkan formulasi gaya gravitasi antara kedua benda dalam soal-soal hitungan sederhana

Pertemuan 2 :

  • Siswa dapat menghitung resultan gaya gravitasi yang dialami sebuah benda akibat bekerjanya dua buah gaya atau lebih
  • Siswa dapat melukiskan resultan gaya gravitasi yang dialami sebuah benda akibat bekerjanya dua buah gaya atau lebih

Pertemuan 3 :

  • Siswa dapat menyebutkan definisi medan gravitasi
  • Siswa dapat menerapkan formulasi kuat medan gravitasi yang dialami benda disuatu tempat dalam suatu sistem
  • Siswa dapat menghitung dan membandingkan besaran percepatan gravitasi atau kuat medan gravitasi pada kedudukan yang berbeda diatas permukaan bumi


 

Pertemuan 4 :

  • Siswa dapat menyebutkan bunyi hukum I, II dan III Kepler
  • Siswa dapat memformulasikan dan mengaplikasikan formulasi hk III Kepler dalam soal-soal hitungan sederhana
  • Siswa dapat menunjukkan kesesuaian hukum-hukum Kepler dengan hukum gravitasi Newton dalam sebuah penerapan rumus dalam soal-soal hitungan sederhana
  • Siswa dapat menganalisis gerak planet dalam tata surya berdasarkan hukum Keppler dan mengemukakannya dalam bentuk deskripsi data
  • Siswa dapat menemukan hubungan antara perioda bulan, massa bumi dan jari-jari bumi dalam sebuah penurunan matematis
  • Siswa dapat menyebutkan kesesuaian hukum-hukum Kepler dengan hukum gravitasi Newton
  • Siswa dapat menghitung kecepatan satelit untuk mengorbit mengelilingi planet pada 8 buah planet yang ada di tata surya kita dalam sebuah tugas proyek.


 

  • MATERI PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 :

  • Perumusan Hukum Gravitasi Newton

Berdasarkan penurunan persamaan matematis dari hk III Newton, dan meneliti data-data yang telah dikumpulkan tentang orbit planet-planet mengitari Matahari, maka menyimpulkan dalam hukumnya :

"Gaya Gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik menarik yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya."


 

  • Gaya Gravitasi Pada Benda Titik


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Besar gaya gravitasi dapat ditulisklan sebagi berikut :


 


 


 


 


 


 


 

Pertemuan 2 :

  • Resultan Gaya Gravitasi pada suatu benda

Jika pada sebuah benda m bekerja dua buah gaya gravitasi atau lebih maka resultan gaya yang mempengaruhi benda m tersebut adalah :


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Karena gaya gravitasi adalah besaran vektor maka jika ada tiga benda seperti diatas maka resultan gaya gravitasi yang dialami sebuah benda yang disebabkan oleh gaya gravitasi kedua benda lainnya adalah resultan dari gaya-gaya itu; jika letak benda dalam satu garis lurus maka :


 

`


 

Dan jika benda membentuk sudut q, maka resultan gayanya menjadi :


 


 


 


 

Pertemuan 3 :

  • Percepatan Gravitasi Dan Kuat Medan Gravitasi

Kuat medan gravitasi dititik apa saja dalam ruang yang dipengaruhi medan gravitasi didefinisikan sebagai gaya gravitasi persatuan massa pada suatu massa uji m, sehingga kuat medan gravitasi atau percepatan gravitasi yang dilami oleh benda bermassa m di suatu tempat tertentu adalah :


 


 

Pertemuan 4 :

Percepatan gravitasi benda disuatu tempat pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi adalah :


 


 


 


 


 

  • Hukum-hukum KEPLER :
  • Hukum I Kepler : Semua planet bergerak pada lintasan elips mengitari Matahari dengan Matahari berada di salah satu fokus elips.
  • Hukum II Kepler : Suatu garis khayal yang menghubungkan antara Matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama
  • Hukum III Kepler : Perbandingan kuadrat periode terhadap pangkat tiga dari setengah sumbu panjang elips adalah sama untuk semua planet.


     

    Hukum ketiga ini dapat dituliskan sebagai berikut :


     

    atau


 

T = peride revolusi

R = jari-jari rata-rata orbit planet

K = suatu tetapan yang memiliki nilai sama untuk semua planet 


 

  • Gerak Planet Dalam Tata Surya


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

  • Kelajuan benda untuk mengorbit planet dapat dihitung dengan cara :


 

Karena , maka


 

    Kelajuan benda untuk mengorbit planet bisa dihitung dengan formulasi :

        


 


 


 

  • Kesesuaian hukum Gravitasi Newton dengan Hukum III Kepler dinyatakan dalam persamaan :


 


 


 

  • KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL

        KKM KD. 1.2 = 75% (dari 0 – 100%)


 


 

  • SUMBER/ BAHAN/ ALAT BANTU
    • Sumber    : Buku Fisika 2A Ir. Marthen Kanginan, M.Sc. Penerbit Erlangga halaman : 114 - 147
    • Bahan    : bahan presentasi
    • Alat     : media presentasi


 

    

  • METODE /PENDEKATAN :
    • Metode    : Demonstrasi, Informasi / ceramah bervariasi, diskusi, tanya jawab
    • Model    : Direct Instruction, Cooperative learning (jigsaw)


     

  • LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


 

Pertemuan 1 : Menganalisis hubungan antara gaya gravitasi dengan massa benda dan jaraknya


 

Sintaks 

Kegiatan Guru_Siswa

Waktu 

Kegiatan Awal : Apersepsi/

Orientasi/ Motivasi

  • Menginformasikan SK, KD dan indikator yang akan dicapai
  • Menanyakan macam-macam jenis gaya ; gaya sentuh (tarik/dorong), gaya medan (gravitasi, listrik, magnet)
  • Menginformasikan contoh adanya gaya gravitasi pada beberapa fenomena alam, dan menjelaskan manfaat gaya gravitasi tersebut bagi manusia
  • Siswa membentuk kelompok sesuai petunjuk guru

20'

Kegiatan Inti :


 

Presentasi & Penugasan terstruktur / terbimbing

  • Guru menjelaskan konsep gaya gravitasi pada dua buah benda yang terletak pada jarak tertentu dengan memberikan ilustrasi melalui materi presentasi berbasis TI (TM)
  • Bersama sama siswa memformulasikan besarnya gaya gravitasi yang dialami dua buah benda pada jarak tertentu
  • Memformulasikan hukum Newton tentang gravitasi dalam tatasurya pada diskusi kelas (TM)
  • Guru memberikan contoh soal sederhana tentang gaya gravitasi yang dialami oleh dua buah benda berkedudukan tertentu.
  • Menerapkan formulasi gaya gravitasi antara kedua benda dalam soal-soal hitungan sederhana secara berkelompok dengan model jigsaw.


 

50'

Kegiatan Akhir : Refleksi &

Tugas Mandiri

  • Bersama-sama siswa menyimpulkan kembali konsep gaya gravitasi
  • Guru memberikan tugas mandiri berupa rangkuman gaya gravitasi Newton dan keterkaitannya dengan hukum-hukum Kepler (KMTT)


 

20'


 

Pertemuan 2 : Menghitung resultan gaya gravitasi pada benda titik dalam suatu sistem


 

Sintaks 

Kegiatan Guru_Siswa

Waktu 

Kegiatan Awal : Apersepsi/

Orientasi/ Motivasi

  • Memeriksa tugas mandiri yang diberikan pada pertemuan sebelumnya
  • Menginformasikan SK, KD dan indikator yang akan dicapai
  • Menginformasikan kegunaannya memahami konsep resultan gaya gravitasi dalam kehidupan sehari-hari
    • Siswa membentuk kelompok sesuai petunjuk guru


 

30' 

Kegiatan Inti :

Penugasan terstruktur / terbimbing 

  • Bersama-sama siswa mendiskusikan tentang beberapa buah gaya yang mempengaruhi benda untuk berbagai posisi/ kedudukan dan merumuskannya dalam hitung vektor (PT)
  • Guru menjelaskan resultan gaya gravitasi pada benda titik dalam suatu sistem dan membahas contoh soal sederhana berkaitan dengan materi yang dijelaskan (TM)
  • Siswa menerapkan formulasi resultan gaya gravitasi yang dialami oleh benda titik dalam suatu sistem dalam sebuah diskusi kelompok dan membahasnya dengan model jigsaw (cooperative learning) (PT)
  • Mendiskusikan konsep gerak, gaya dan kesimbangan yang terjadi pada sistem tatasurya dan gerak planet melalui berbagai media (PT)
  • Menyimpulkan hasil diskusi tentang gerak benda langit pada sistem tata surya. (PT) 

40' 

Kegiatan Akhir : Refleksi &

Tugas Mandiri

  • Bersama sama siswa menyimpulkan kembali tentang variabel yang mempengaruhi gaya gravitasi antara dua buah benda berkedudukan tertentu.
  • Guru memberikan tugas mandiri berupa soal-soal latihan halaman : 121 No. 16, 17 (KMTT)


 

20' 


 

  • Pertemuan 3 : Membandingkan percepatan gravitasi dan kuat medan gravitasi pada kedudukan yang berbeda

Sintaks 

Kegiatan Guru_Siswa

Waktu 


 

Kegiatan Awal :

Apersepsi/

Orientasi/ Motivasi

  • Siswa membentuk kelompok sesuai petunjuk guru
  • Memeriksa tugas mandiri yang diberikan pada pertemuan sebelumnya
  • Menginformasikan KD dan indikator yang akan dicapai
  • Menanyakan kembali tentang konsep massa dan berat benda
  • Menjelaskan kegunaan penerapan konsep percepatan gravitasi dalam kehidupan sehari-hari


 

30'


 

Kegiatan Inti :


 

Presentasi & Penugasan terstruktur/ terbimbing 

  • Bersama-sama siswa memformulasikan konsep berat, konsep percepatan dan medan gravitasi dalam tatasurya pada diskusi kelas (TM/PT)
  • Menurunkan persamaan percepatan gravitasi dari persamaan Gaya Sentripetal dan Gaya Gravitasi Newton untuk beberapa kedudukan benda yang berbeda ((PT)
  • Memberikan contoh soal sederhana dan membahasnya bersama-sama (TM)
  • Siswa mengerjakan soal-soal latihan dari buku sumber secara berkelompok dan membahasnya didepan kelas dengan model pembelajaran jigsaw (cooperative learning) (PT)


 

40'

Kegiatan Akhir : Refleksi &

Tugas Mandiri  

  • Guru menyakan kembali konsep kuat medan gravitasi dan hubungan dengan kedudukan benda yang berbeda terhadap pusat benda
  • Guru memberikan tugas mandiri berupa soal-soal latihan halaman : 126-127 No. 19, 20 (KMTT)


 

20' 


 

  • Pertemuan 4 :
    Menganalisis gerak planet dalam tata surya berdasarkan hukum Keppler

Sintaks 

Kegiatan Guru_Siswa

Waktu 

Kegiatan Awal : Apersepsi/

Orientasi/ Motivasi

  • Memeriksa tugas mandiri yang diberikan pada pertemuan sebelumnya
  • Menginformasikan SK, KD dan indikator yang akan dicapai
  • Menanyakan kembali tentang konsep geocentris dan heliocentris
  • Menjelaskan kegunaannya mempelajari gerak planet dalam tata surya
  • Siswa membentuk kelompok sesuai petunjuk guru


 

30'


 


 

Kegiatan Inti :


 

Presentasi & Penugasan terstruktur/ terbimbing

  • Guru mempresentasikan gerak melingkar yang dilakukan satelit mengelilingi planet dan memformulasikan hubungan antara periode orbit dengan radius planet melalui penurunan rumus gaya sentripetal dengan gaya gravitasi Newton (TM)
  • Bersama-sama siswa membahas contoh soal tentang penerapan persamaan Hk III kepler (PT)
  • Bersama-sama siswa mendiskusikan kesesuaian hukum-hukum Kepler dengan hukum gravitasi Newton (PT)
  • Memformulasikan hubungan antara persamaan Hk III Kepler dengan hukum gravitasi Newton (TM)
  • Membahas soal-soal yang berkaitan dengan persamaan Hk III Kepler dan gravitasi Newton secara berkelompok (PT)
  • Bersama-sama siswa membahas contoh soal tentang kecepatan Bulan dalam mengorbit Bumi jika massa dan radius planet diketahui.
  • Siswa menghitung kecepatan masing-masing satelit dalam mengorbit planet-planet (dalam sistem tata surya kita) pada diskusi kelompok dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw
  • Siswa mendiskusikan keteraturan sistem tata surya dalam pemecahan masalah gravitasi antar planet, gerak satelit, dan penerbangan luar angkasa dan pemecahan masalah

50'

Kegiatan Akhir :

Refleksi

  • Bersama sama siswa menyimpulkan kembali kesesuaian hukum gravitasi Newton dengan hukum Kepler
  • Siswa diberikan tugas mandiri membuat laporan hasil diskusi kelompok tentang gerak dalam sistem tata surya dan masalah gravitasi antar planet

10'


 


 

  • PENILAIAN & TINDAK LANJUT


 

  1. Prosedur Penilaian :
  • Penilaian Kognitif
    • Jenis     : Ulangan KD, Tugas Individu, Tugas Kelompok
    • Bentuk    : Pilihan Ganda, Uraian, Laporan
  • Penilaian Sikap
    • Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa


     

  1. Instrumen :
  • Aspek Kognitif : Soal Terlampir
  • Aspek Sikap : Lembar Pengamatan Sikap Siswa
  1. Tindak Lanjut :
  • Pembelajaran Remedial , untuk siswa yang memperoleh Nilai KD < KKM ;

        Mengikuti program pembelajaran Remedial dengan pengelompokkan sbb :

  • Bagi siswa yang memperoleh nilai 65 – 74, diberikan Tugas Mandiri untuk menyelesaikan masalah / soal yang berkaitan dengan IP yang tidak tuntas
  • Bagi siswa yang memperoleh nilai 55 – 64, diberikan pembelajaran dengan tutor sebaya dengan cara menyelesaikan / membahas soal-soal uji kompetensi yang indikatornya tidak tuntas
  • Bagi siswa yang memperoleh nilai >64, diberikan pembelajaran ulang secara klasikal oleh guru mapel
  • Melakukan uji pemahaman ulang (ujian perbaikan) sesuai dengan indikator pencapaian yang belum tuntas)
  • Pembelajaran Pengayaan, bagi siswa yang memperoleh Nilai KD ≥ KKM ;
    • Memberikan program pembelajaran tutorial dalam pembahasan soal-soal ujian KD bagi teman-teman dikelompok tengah yang mengikuti pembelajaran remedial.

    


 

        


 

Mengetahui :

Kepala SMA Negeri 1 Makassar


 


 


 

Drs. HERMAN HADING, M.Pd.

NIP 1953031980031012

Makassar, 13 Juli 2009


 

Guru Mata Pelajaran,


 


 


 

Dra. ARUM DWI TJONDROWATY

NIP 132174654


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Instrumen Penilaian Kognitif


 

1. TES TERTULIS

  • ESSAY / URAIAN


 


 

 

 


 

 


 


 


 


 


 


 


 


 

01.


 


 


 


 

02.


 


 


 


 


 


 


 

03.


 


 


 


 


 

    


 

04.


 


 


 


 


 


 


 

05.


 


 


 

06.


 


 


 


 


 

Tuliskanlah konsep :

  1. Hukum II Newton
  2. Hukum Gravitasi Newton
  3. Hukum III Kepler


 

Dua buah partikel bermassa 0,40 kg dan 0,30 kg terpisah sejauh 0,25 m. Partikel ketiga yang bermassa 0,080 kg diletakkan diantara keduanya dan pada garis hubung kedua partikel itu. Hitung : gaya gravitasi yang bekerja pada partikel ketiga jika partikel itu diletakkan 0,005 m dari benda bermassa 0,30 kg.


 

Jarak Bumi ke Matahari adalah 1,5 x 1011 m dan jarak bulan ke Bumi 3,84 x 108 m. Bumi mengelilingi Matahari 365 hari dan Bulan mengelilingi bumi 27,3 hari. Anggap orbit Bumi dan Bulan berbentuk lingkaran.

Tentukanlah perbandingan massa Matahari dan massa Bumi.


 

Sebuah satelit S mengorbit planet P pada ketinggian 3600 km diatas permukaan planet P yang memiliki jari-jari 9800 km. Jika massa planet P 8 x 1026 kg dan konstanta gravitasi umum 6,6 x 10-11Nm2/kg2, tentukanlah periode dan laju satelit S tersebut dalam mengelilingi planet P.


 

Percepatan akibat gravitasi di sebuah planet P 26,9 m/s2. Jika massa jenis planet P, 1,42 gr/cm3, maka hitunglah jari-jarinya!


 

Hitung berat orang di bulan jika beratnya di bumi 600 Newton. Anggap jarijari bumi 3,7 kali jari-jari bulan dan massa bumi 80 kali massa bulan!

 

01.


 


 


 


 

02.


 


 


 


 


 


 


 

03.


 


 


 


 


 


 

04.


 


 


 


 


 


 


 

05.


 


 


 

06.


 


 


 


 

Tuliskanlah konsep :

  1. Hukum III Newton
  2. Hukum Gravitasi Newton
  3. Hukum II Kepler


 

Dua buah partikel bermassa 0,20 kg dan 0,30 kg terpisah sejauh 0,15 m. Partikel ketiga yang bermassa 0,050 kg diletakkan diantara keduanya dan pada garis hubung kedua partikel itu. Hitung : gaya gravitasi yang bekerja pada partikel ketiga jika partikel itu diletakkan 0,008 m dari benda bermassa 0,30 kg.


 

Jarak Mars ke Matahari adalah 2,3 x 1011 m dan jarak Phobos ke Mars 9,50 x 106 m. Mars mengelilingi Matahari 686 hari dan Phobos mengelilingi Mars 18,4 hari. Anggap orbit Mars dan Phobos berbentuk lingkaran. Tentukanlah perbandingan massa Matahari dan massa Mars.


 

Sebuah satelit S mengorbit planet P pada ketinggian 2500 km diatas permukaan planet P yang memiliki jari-jari 6400 km. Jika massa planet P 6 x 1024 kg dan konstanta gravitasi umum 6,6 x 10-11Nm2/kg2, tentukanlah periode dan laju satelit S tersebut dalam mengelilingi planet P.


 

Percepatan akibat gravitasi di sebuah planet P 27,6 m/s2. Jika massa jenis planet P, 1,28 gr/cm3, maka hitunglah jari-jarinya!


 

Hitung berat orang di bulan jika beratnya di bumi 670 Newton. Anggap jarijari bumi 3,7 kali jari-jari bulan dan massa bumi 80 kali massa bulan!

    KUNCI JAWABAN & PEDOMAN PENSKORAN


 

No soal 

KUNCI JAWABAN 

SKOR 

01.

a. Gaya Gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik menarik yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.


 

b. Bunyi Hukum Kepler

Hukum I Kepler : Semua planet bergerak pada lintasan elips mengitari Matahari dengan Matahari berada di salah satu fokus elips.

Hukum II Kepler : Suatu garis khayal yang menghubungkan antara Matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama

Hukum III Kepler : Perbandingan kuadrat periode terhadap pangkat tiga dari setengah sumbu panjang elips adalah sama untuk semua planet.

2


 


 


 


 

3

02. 


 

Diket :

m = 5 kg

fk = 0,4

q = 30o

G = 10 m/s2

Dit :

  1. diagram gaya
  2. N
  3. a


 

Solusi :

b.


 


 


 


 


 

8


 

03.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Solusi :

a.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

b.Agar partikel m3 tidak dikenai gaya gravitasi maka :


 


 


 


 

12


 


 


 


 


 

04.


 

Diket. :

rB = 1,5x1011m

rb
=
3,84 x 108 m.

TB
= 365 hari

Tb = 27,3 hari

Dit. :

MM:mB


 

Solusi :

Dengan persamaan gravitasi Newton dicari terlebih dahulu persamaan MM dan persamaan mB , setelah itu maka substitusikan pada persamaan perbandingn yang ditanyakan.


 


 


 

Substitusikan persamaan MM dab mB ke dalam persamaan : MM
: mB


 


 


 


 


 


 

8


 


 


 


 

05.

Diket. :

hs = 2500 km

RP = 6400 km

mP = 6x1024 kg

G = 6,6x10-11 Nm2/kg2

Solusi :


 


 

4


 


 


 


 


 

PENILAIAN TES TERTULIS :


 

No soal 

BOBOT 

SKOR 

NILAI 

01.

02.

03.

04.

05. 

10%

20%

35%

25%

20%

5

8

12

8

4 

10

20

30

20

20 

 

100%

60 

100


 


 


 


 


 


 


 


 


 

2. TUGAS INDIVIDU : Uraian

  1. Mengerjakan soalsoal latihan dari buku sumber :
  • Latihan hal.121 No. 16,17
  • Latihan hal 123 No. 18
  • Latihan hal 126-127 No. 19,20
  • Latihan hal 145 No. 28,29,30
  1. Membuat Rangkuman untuk KD. 1.2. tentang gaya gravitasi Newton


 

3. TUGAS KELOMPOK : Laporan

Menyusun hasil diskusi berupa laporan :

  • Tentang gerak dalam sistem tata surya dan masalah gravitasi antar planet (Mencari referensi tentang planet dan satelitnya dalam sistem tata surya kita sehubungan dengan data massa dan radius masing-masing planet untuk dihitung kecepatan orbit masing-masing satelit mengelilingi planet-planetnya)


 

Rubrik Penilaian Kognitif (N-KD)


 

No. 

Nama Peserta Didik

N-Tes 

N-TUGAS

Rerata

N- Tugas 

Nilai KD 1.2 

1 

2 

3

1.

. . . 

      

2. 

       

dst. 

       

. . . 

       


 

Formulasi Nilai KD 1.2 :


 


 


 


 


 


 


 


 

Instrumen Penilaian Sikap


 

    Rubrik Penilaian :


 

No. 

Nama 

Aspek Sikap yg dinilai 

Rerata Nilai 

Predikat 

1 

2 

3 

4 

5 

1.


 

2.


 

3.


 

4.


 

5.


 

Dst.

        

    

    Aspek Sikap :

  1. Disiplin (Kehadiran+Kerajinan)
  2. Respon terhadap Mata pelajaran
  3. Kerjasama kelompok
  4. Komitmen
  5. Performance

    Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 0 s/d 100

    Konversi Angka : 0-55 = Rendah, 56-79 = Sedang, 80-100 = Tinggi


 


 


 


 

Friday, February 12, 2010

PERJALANAN MUHIBAH SANITASI PERDESAAN (bambang purwanto).

PERJALANAN MUHIBAH SANITASI PERDESAAN
DI BANGLADESH DAN INDIA

Bambang Purwanto

Pertanyaan pertama yang muncul dibenak penulis saat menerima kabar mendapat kesempatan kunjungan muhibah sanitasi ke Bangladesh dan India adalah “ada apa dengan sanitasi disana (aadsd)” dan pertanyaan ini masih terus berputar dikepala sampai pesawat SQ 436 mendarat mulus di Dhaka ibukota Bangladesh dimalam hari tanggal 29 November yang lalu. Rombongan 19 orang terdiri dari wakil Bappenas, Depdagri, Depkes, Pemda Lamongan, Bogor, Lobar, Muara Enim, Dep. PU dan Bank Dunia dengan setengah mengantuk antri di Counter Imigrasi untuk proses administrasi dan setelah beres mengurus bagasinya, diluar telah menunggu bung Fajez Khan dari WSP Bangladesh yang siap meng-guide kita, kemudian masing-masing menukar dolar bekalnya dengan Taka (mata uang Bangladesh, kurs resmi 1 US $ = 59,51 Taka), sebagaian peserta tertawa geli melihat lembaran Taka yang lusuh dan kumal bahkan ada yang robek namun diyakinkan petugas money changer semua uang tersebut dijamin halal alias laku.



Perjalanan dengan mulus menuju White Pearl Ltd Hotel di Plot 15, Road 42, Gulshan 2, Dhaka 1212, he he he biar komplit sekalian alamatnya siapa tahu nanti ada yang mau kesana, melalui proses check in yang tidak terlalu rumit semua peserta bergegas menuju kekamarnya masing-masing termasuk rombongan yang menginap di Hotel Amazon Lily yang letaknya didepan hotel kami.



Pagi hari setelah sarapan pagi ala American atau Contenental breakfest (sesuai pertanyaan petugas restoran) sekitar jam 8 pagi rombongan dibagi 2 ada yang ke Bajitpur, Khisoreganj District dan ke Khansama, Dinajpur District (rombongan penulis). Begitu bus keluar dari jalan Hotel masuk kejalan raya mulailah celoteh masing-masing peserta melihat pemandangan disepanjang jalan; melihat becak disana yang bentuknya seperti sepeda namun dibagian belakang dibuat tempat bagi penumpang dan barang, ada yang dibuat untuk angkutan anak sekolah sekitar 10 orang anak dengan jeruji besi yang membuat kita jadi geli bercampur iba, bahkan seorang peserta berujar “nanti mau saya tunjukan keanak saya, bagaimana anak sekolah di Bangladesh naik jemputannya biar nggak manja”, taksi di Dhaka yang kecil dari merk Hyundai Picanto disana Santro, banyaknya manusia yang berseliweran dijalan sampai kebiasaan membunyikan klakson yeng menjadi ciri pengemudi disana, dan yang bikin serem banyak terlihat polisi/tentara menenteng bedil (senapan laras panjang) dijalan-jalan.



Pemandangan sepanjang jalan antara Dhaka – Rangpur cukup menarik, sempat melihat ratusan ribu orang (aliran keagaman/sekte tertentu dari seluruh dunia) yang sedang berkumpul diluar kota Dhaka, ini adalah seremoni kedua terbesar bagi umat islam setelah musim haji di Mekah (diperkirakan sampai satu juta orang lebih berkumpul disana), bus terus melaju dengan cepat diselingi suara klaksonnya yang nyaring sampai ke Jamuna Bridge (jembatan kebanggaan rakyat Bangladesh) yang memungut 1.000 Taka (sekitar Rp. 150.000,-) semacam toll bridge/road jembatan ini selain dilalui mobil juga kereta api. Siang hari sampai ke Food Village di Bogra, di kota ini terkenal produksi yogurtnya yang ditempatkan disemacam tempayan kecil yang terbuat dari tanah liat yang cukup menarik kemasannya. Makan siang berupa nasi, roti (bahasa Bangladesh juga roti) dengan lauk karee ayam, karee sapi, goreng ikan salmon, dal (semacam bubur kacang ijo yang lembut berair dengan rempahnya), dan salad (berupa irisan mentimun, bawang merah besar, bawang bombai, cabe hijau dan sekerat jeruk nipis) uaaahh eunaaak tenan, dhonabad (terima kasih). Setelah perut kenyang perjalanan dilanjutkan, disepanjang jalan banyak sekali dijumpai embung (semacam kolam) untuk keperluan cuci, mandi dan minum ternak alangkah baiknya kalau di NTT dan Gunung Kidul membuat embung-embung semacam disana, sesekali dilihat ibu-ibu sedang mencetak kotoran sapi yang dijemur untuk dijadikan bahan bakar bagi kebutuhan masak didapur. Sore hari rombongan sampai di Rangpur langsung menuju Rangpur Parjatan Motel, R.K. Road, Rangpur, rate kamar 1.000 Taka/malam (ac standar).



Berhubung masih sore beberapa kawan memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan kekota, kawan dari WSP Bangladesh cari internet, ada yang cari wartel, sandal dan penulis cari tustel kacangan sehubung tustel digitalnya ngadat kepanasan yang baru di hari ketujuh mau jalan (dapat tustel seharga 1200 Taka alias Rp. 180.000,- lengkap dengan film isi 36 dan baterainya), malam hari ada brifieng dari teman-teman Dishari Team (Dishari= Decentralized Total Sanitation Project) Bangladesh, mereka menjelaskan bagaimana mulai dari merencanakan program “dishari” yang telah berlangsung sekitar 3 tahun ini.



Rangpur merupakan “kota kesehatan” dimana terdapat 2 perguruan tinggi kedokteran yang terkenal (diantaranya adalah Rangpur Medical Colledge) dan kota ini memiliki lebih dari 200 klinik yang tersebar diseluruh kota.



Pagi hari setelah sarapan rombongan kami dengan didampingi mBak Umme Farwa Daisy (project manager dhisari), mBak Swarna Kazi (program asistant WB Bangladesh) dan mas Shafiul Azam Ahmed (WSP Bangladesh) dan mas Haider W Yaqub (Plan Bangladesh) langsung menuju bus yang telah menunggu untuk mengantarkan kami ke Desa Subarnakholi dan Khamarpara di Khansama, Dinajpur District, sebelumnya ada pertemuan singkat di kantornya Plan Bangladesh, ada yang aneh buat kita dimeja rapat disediakan tiga botol plastik berisi air, dimasing-masing botol diletakan 2 buah gelas jadi minumnya gantian gelasnya… hii kompak nih yee. Tapi saya lihat rombongan penulis nggak ada yang minum tuh, baru sore hari mau minum teh panas plus biskuit dan apel/jeruk.


SANITASI DI DESA SUBARNAKHOLI DAN KHAMARPARA

DI KHANSAMA , DINAJPUR DISTRICT, BANGLADESH.



Perubahan perilaku, turun dari bus rombongan penulis disambut penduduk desa Subarnakholi (rombongan dibagi dua mengingat lokasi yang berjauhan), baik laki-perempuan tua-muda masing-masing ingin memamerkan “wc-nya” jangan dibayangkan wc seperti dirumah anda, tapi yang namanya wc tak lebih adalah “cubluk” sederhana ada yang terbuat dari seng, digunting empat persegi digunting lagi tengahnya bagian depan untuk diatas dudukan orang buat jongkok, bagian belakang digulung dan diikat kawat kecil dan diujungnya dipasang plastik untuk menutup apabila tidak dipakai dan membuka apabila ada kotoran lewat, harganya tak lebih dari 15 Taka=Rp. 2.250 saja (harga 1 lembar seng utuh 30 Taka= Rp. 4.500, 1 lembar seng dapat dibuat 3 buah) sedangkan yang memakai plastik seharga 75 Taka=Rp. 11.250 dan yang beton lebih bagusan dikit 500 Taka= Rp. 75.000,- jadi kebayangkan bagaimana murah dan sederhananya, sedangkan dinding penutup hampir sebagian besar terbuat dari anyaman jerami (lihat photo). Pelajaran penting yang diperoleh disini adalah: ”bagaimana merubah perilaku, dari kebiasaan mereka sebelumnya buang hajat di sembarangan tempat; kebun, tanah lapang, sawah jadi membuang hajat di “wc-nya” masing-masing”.



Budaya malu, kebiasaan membuang hajat dikebun alias “dolbun” (modol dikebun/sunda, open defecation), bagi penduduk desa Subarnakholi dan Khamarpara sudah mereka lakukan turun temurun bergenerasi sebelumnya, sehingga ada pepatah kalau kita berjalan sudah mulai bau kotoran manusia berarti kita sudah mendekati perkampungan dan bau ini sudah bisa tercium pada jarak 300-an m), dengan latar belakang kebiasaan ini dimulailah babak baru bagi masyarakat kedua desa tersebut untuk menghilangkan kebiasaan dolbun tersebut. Diperlukan waktu 6 bulan untuk melakukan mobilisasi tenaga fasilitator (bung Azizul Islam) yang mendampingi kami selama kunjungan lapangan disana, bung Aziz ini dengan sepeda motornya lincah kesana kemari untuk memberikan penyuluhan, memobilisasi masa, mulai membuat peta desa (ala metoda partisipasi aktifnya pokja AMPL) dibuatlah peta desa (lihat photo) yang berisi informasi rumah-rumah penduduk mana yang sudah ada wc-nya mana yang belum (komunal). Dari hasil rembug warga disepakati setiap rumah membangun sendiri wc-nya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi yang bersangkutan ada yang sangat sederhana dengan bahan seng yang dibentuk, bahan plastik, dan campuran pasir semen. Pembangunan fisik tersebut memakan waktu sekitar 1 bulan lamanya. Bagi warga yang masih membuang hajat disembarangan tempat akan diperolok oleh warga dan anak-anak; ada patroli dolbun rame-rame dan membunyikan peluit bila melihat warga sedang dolbun, dan terdapat nyanyian, tarian, dan drama yang yang intinya “membuat malu” sehingga mereka tidak lagi membuang hajat sembarangan.



Lagu Sanitasi, salah satu upaya yang dilakukan warga dikedua desa tersebut diatas untuk membuat warga tidak lagi membuang hajat sembarangan adalah diciptakannya lagu, tarian, dan drama sanitasi. Salah satu contoh lagu sanitasi untuk anak-anak yang kalau diterjemahkan sebagai berikut; Jangan buang hajat di sembarang tempat, Kalau masih buang hajat sembarangan kita tidak akan main dengannya, Tidak ada seorangpun yang mau pergi bersamanya, Jika tidak berhenti buang hajat sembarangan kamu akan mendapat malu/aib, Dan akhirnya sholatmu (Namaz) tidak sempurna. Pada akhir kunjungan kami sempat disuguhi tarian sanitasi oleh anak-anak, walaupun sederhana dengan pakaian seadanya dan tabuhan panci aluminium menyaksikan tarian tersebut cukup terasa sakral, apalagi ditarikan oleh anak-anak warga desa minoritas namun dicintai oleh warga lainnya dan terlihat kehidupannya yang cukup harmonis bersama mereka.



Desa Idaman, dalam kesempatan berkumpul dengan warga desa yang terdiri dari anak sekolah, kaum lelaki, wanita, kades, fasilitator, tokoh masyarakat, dan ada voluntaire, kami dijelaskan bagaimana proses awal dimulainya gerakan anti dolbun tersebut, mula-mula masyarakat membahas semua permasalahan yang ada didesa, setelah disaring terdapat 4 masalah utama yaitu; sanitasi, kawin muda, pendidikan anak perempuan dan air bersih. Melihat kenyataan bahwa semua warga menganggap bahwa sanitasi adalah masalah paling utama maka dimulailah proses pembangunan wc yang melibatkan seluruh wakil masyarakat mulai dari kaum ibu, anak sekolah, lelaki dan diarahkan oleh fasilitator. Pada kesimpulan akhir digambarkan “desa idaman” warga, yang apabila kita cermati ternyata idaman mereka cukup sederhana yaitu; (1) semua rumah punya wc dan (2) semua anak perempuan bisa sekolah. Sekali lagi jangan membayangkan anak-anak sekolah seperti didesa kita yang sudah pakai sepatu, tas berisi buku tulis dan cetak dan berseragam bagus, disana masih dijumpai anak-anak sekolah telanjang kaki, dengan dandanan yang seadanya membawa buku yang kelihatannya lusuh.



Dari lapangan kami langsung kembali ke “markas” Plan Bangladesh dan dilanjutkan makan sore dengan menu kare ayam, goreng ikan mas, lado terong, sayur kol bumbu kuning, tidak ketinggalan dhal yang kental dan slad mentimun cs plus nasi putih, waduh perut nggak tahan lagi untuk segera santap…eunak eee. Setelah kenyang makan, ada acara evaluasi hasil kunjungan lapangan yang kita sampaikan semua tanpa basa-basi, demikian juga ganjelan pertanyaan kita dijawab dengan gamblang oleh mas Md. Liaquat Ali dkk, acara ditutup dengan minum teh dan buah, dan diluar bus telah menunggu kembali ke Rangpur untuk bermalam disana.



Pagi hari mruput (masih sedikit gelap) jam 6 tanpa sarapan, untung penulis sudah ngopi dan makan popmie masak dikamar sendiri (jangan lupa bila pergi jauh selalu bawa pemanas air spiral buat bikin kopi/teh dan rebus Popmie) rombongan menuju bus yang telah siap ngebut dengan klaksonnya (kebiasaan mobil disana minta diklakson sehingga dibelakang truk/bus ada tulisan “horn please”) menuju Dhaka, dengan catatan biar sampai Dhaka masih siang dan sempat shoping ceritanya. Siang hari rombongan telah sampai di Dhaka setelah mampir “brunch” (breakfest campur lunch) di Food Village di Bogra, langsung check ini di hotel yang sama dan bus langsung menuju ke Rifle Square (pusat belanja dikawasan tentara) ingat kata rifle-nya, rombongan penulis sempat makan enaak (alias ketemu nasi dan lauk) dan masih bisa nyruput ‘sop tom yang kung” (tanpa arsen he he he) dan langsung belanja sareeeeee, ayo pilih langsung bungkus.



Sorenya kami dijamu makan malam di Heritage Bangla Fusion Cuisin di Road 109, House 10, Guishan-2, Dhaka 1212 sambil bincang-bincang formal ala diplomat, heubat rek, setelah acara selesai langsung pulang kehotel sebagian teman-teman ringkes-ringkes (alias packing koper) besok paginya sempat raun-raun di Dhaka biasa cari oleh-oleh dan siap terbang ke Mumbai via Calcota. Ada pengalaman menarik pada bincang-bincang dengan mas Abdus Salam aktifis NGO Forum Water Supply and Sanitation, dia tanya besok naik pesawat apa, saya jawab naik Bangladesh Airline, komen nya he he he dijamin pasti telat,.. ue ladalah telaat tenan je, dan lewat perjuangan sengit bu Nila dibantu mas Devy (aduh kasihan betul ibu kita ini diprotes orang banyak demi membela rombongan) akhirnya bisa tukar pesawat Air India dan terbang ke Mumbay lewat Calcota. Tengah malam sampai di Mumbay langsung dijemput bus ke Taj Landsend Hotel, waduh rek kamare kinclong banget disuruh nginap seminggu pasti nggak nolak deh, pagi hari setelah ngurus barang rombongan sudah harus terbang ke Pune dan mas C. Ajith Kumar dari WSP India telah menunggu untuk mendampingi kita ke Ahmednagar district (alhamdulliah semua masih sehat walaupun acara perjalan nonstop dan baru setengahnya) .



Dari Pune dilanjutkan dengan bus tanpa ac yang diprotes bu Nila untuk ganti bus tapi berhubung yang ditunggu nggak datang-datang ya nggak pakai ac ya nggak apa-apa deh (wong kita-kita nggak ngeluh kok), dengan gaya nyopir yogya alon-alon waton kelakon menjelang sore rombongan sampai didesa pertama (Borban) acara kunjungan sampai maghrib berada disana, dan bus langsung cabut ke Ahmednagar dan nginap di Yash Palace Hotel, malam hari makan di roof top yang enak sekali karena selain menu Bangladesh seperti biasa karee lagi karee lagi ditambah ada abon, ikan asin, goreng kentang plus udang, kecap, sambel, tambo lai…sampai perut kekenyangan dan langsung guher (tidur pakai ngorok).



Paginya mengunjungi desa kedua (laporan rinci dibawah) dan sore hari dalam perjalan pulang ke Mumbay, berhubung acara ke Taj Mahal gagal rombongan dibawa ke Taj Mahal tiruan di Aurungabad dan terus langsung makan malam biasa menu aneka karee; ada ayam, sapi dan ikan serta tak ketinggalan “dal” buat saya pribadi eunaak tenan, namun ada beberapa teman yang komentar rasanya kayak jamu he he he di Aurungabad, teng jam 8 malam dengan menunpang Jet Air rombongan langsung dibawa ke Mumbay. Sampai di Mumbay sekitar jam 11 malam rombongan nginap di Hotel Taj Mahal yang barusan terjadi insiden penyanderaan itu lho beralamat di Apollo Bunder Mumbai 400 001 (masih satu grup dengan Taj Landsend Hotel) dan layaknya hotel berbintang 5 ya enak boss.



Besoknya ada acara bincang-bincang resmi dengan teman-teman India ya seperti biasa mereka presentasi dan dilanjutkan pak Basah presentasi “Sanimas”

dan setelah acara tanya jawab selesai rombongan sudah siap untuk tour Mumbay in half day, dan besoknya dengan dikawal mas Sanjay pegawai Departemen Air Minum dan Sanitasi setempat rombongan putar-putar di Mumbay ada yang belanja buku di Strand Bookstore cari buku kamasutra yang asli dan buku-buku lainnya yang murah-meriah, jangan lupa di Mumbai ada tempat belanja saree yang bagus dan murah di “lazaree, 364/A Bedekar Saden, NC Kelkar, DADAR Mumbai 28, dan jangan ketinggalan untuk tengok Linking Road Santa Cruz sambila cari pernik-pernik India, tengah malam akhirnya mengucapkan selamat tinggal India menuju ke Jakarta via Singapura, sebagian rombongan masih sempat jalan-jalan seharian di Singapore sambil melepaskan kangen makan nasi ayam “Hainan” di food court Orchard Road walaupun nunggunya cukup lama



Akhirnya terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan kesempatan pada kami semua untuk menimba pengalaman di Bangladesh dan India yang sungguh menarik baik pengalaman sanitasi maupun spiritualnya, sampai jumpa dilain kesempatan.



SANITASI DI DESA BORBAN DAN WADGAON AMLI

DI AHMEDNAGAR DISTRICT, INDIA.



Taman Bunga Mawar, di desa Borban desa pertama yang kami kunjungi di India dalam wilayah Ahmednagar District, merupakan taman yang mempunyai arti tersendiri bagi warga desa tersebut, dimana sebelumnya di lokasi taman mawar merupakan tempat buang hajatnya warga desa khususnya pada saat pagi hari maupun sore menjelang gelap, namun sekarang setelah desa tersebut terbebas dari dolbun, dibekas lokasi tersebut dijadikan taman bunga mawar yang harum, dan didirikan papan peringatan bahwa desa tersebut telah terbebas dari dolbun dan semua rumah didesa telah memiliki wc tersendiri, bahkan pada acara kumpul bareng bersama warga kami diberi “tanda mata masing-masing setangkai bunga mawar, yang kami balas dengan nyanyian lagu cucakrowo buat memeriahkan suasana pertemuan.



Kenali desa sendiri, memasuki desa Wadgaon kami sedikit surprise; jalan desa mulus yang dibangun melalui 80 % dana pemerintah dan 20 % dana masyarakat, lingkungan yang bersih, rumah-rumah (189 buah) tertata rapih dan hampir semuanya terbuat dari tembok, terdapat balai pertemuan desa, ada TK (40 murid) dan SD (67 murid), desa ini dengan penduduk 1.199 jiwa (665 laki-laki dan 544 wanita) sebagian besar penduduk petani dengan beternak sapi (550 ekor) kambing (250 ekor) , harga sapi antara 15.000- 20.000 rupe sedangkan kambing antara 1500-2.000 rupe.



Desa ini sebelumnya mempunyai kondisi sanitasi yang sama dengan desa di Bangladesh, yaitu kebiasaan warga untuk buang hajat sembarangan, berbekal hasil workshop bulan Februari tahun 2002 di Bangladesh dimulailah program Total Sanitation khususnya di Ahmednagar district. Pada saat kunjungan pertama di desa seluruh warga laki-perempuan, tua-muda diajak jalan-jalan keliling desa, ternyata semua orang sambil jalan menutup hidungnya masing-masing akibat bau kotoran manusia yang tersebar dimana-mana, sang fasilitator berujar untuk tidak menutup hidung, dari situ dimulailah penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat (ala PHBS). Suatu pelajaran berharga buat mereka untuk mengenali kondisi lingkungan desa mereka, dan biarkan mereka merasakan dan menilainya sendiri bagaimana “bau-nya” desa mereka akibat kebiasaan mereka sendiri yang buang hajat sembarangan dan ternyata tidak me-nyenag-kan mereka.



Pelibatkan murid, pembangunan wc komunal dimulai dari sekolah secara gotong royong, para murid dan orang tua mengangkut batu, pasir dan mencangkul secara bersama, jadilah wc sekolah, dimulailah pendidikan bersih lingkungan dari sekolah, disediakan sabun, kran air, didekat wc. Sebelumnya sering dikeluhkan oleh bu Guru bila sedang mengajar terpaksa menutup hidung akibat bau kotoran manusia yang menyengat. Setelah pembangunan wc sekolah dan kebiasaan bersih lingkungan mulai dirasakan manfaatnya oleh para murid, pada kenyataannya banyak murid yang dirumahnya tidak memiliki wc, sehingga mereka mengadu sambil menangis dan merengek untuk dibangunkan wc di rumahnya. Terpanggil-lah para orang tua untuk membangun wc dirumahnya.



Lomba Sanitasi, di India khususnya di Maharashtra terdapat dua program sektor sanitasi yaitu; The Total Sanitation Campaign dan Sant Gadge Baba Clean Village Sanitation (SGBCVS) diseluruh negara bagian. SGBCVS merupakan kampanye untuk mendidik dan memotivasi penduduk perdesaan. Semua desa berkesempatan untuk mendaftar mengikuti program ini dengan melakukan kegiatan spesifik yang dapat membuat desa mereka bersih. Desa yang mengikuti lomba kemudian dinilai oleh tim independen berdasarkan kriteria yang spesifik misalnya kondisi air bersih, jumlah toliet, inovasi, kepemilikan dan sebagainya. Tiga desa akan ditetapkan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan hadiah, namun bukan hadiah yang menjadi tujuan utamanya, mereka harapkan reputasi dan kebanggaan bahwa desa mereka terpilih menjadi desa bersih, penghargaan ini mereka pajang di balai desa, dan penghargaan ini bisa dicabut apabila mereka tidak bisa menjaga prestasi mereka.



Semangat mandiri, mereka mempunyai misi bahwa tahun 2007 semua district (setingkat kabupaten) sudah bebas dari buang hajat sembarangan. Ini semua mereka wujudkan melalui “Hagandari Mukt Gaon” (Desa Bebas Buang Hajat Sembarangan) melalui Penyuluhan Sanitasi Total dengan membentuk kelembagaan masyarakat berdasarkan organisasi berbasis keberlanjutan, memaksimalkan peran semua pihak termasuk para jurnalis, yang berkeliling desa membuat tulisan-tulisan tentang sanitasi.



Mereka juga mempunyai pengalaman seperti kita dimana prasarana dan sarana (p/s) sanitasi yang dibangun Pemerintah dimasa lalu banyak yang tidak berfungsi (difungsikan oleh masyarakat), sehingga mereka merubah pola pendekatan pembangunan p/s sanitasi dengan total melibatkan seluruh pihak dan ternyata hasilnya lebih menggembirakan, mencoba mengajak masyarakat berpikir bahwa membiayai sanitasi lebih murah daripada biaya berobat kalau sakit akibat sanitasi yang buruk, suatu pelajaran semangat kemandirian yang begitu tinggi di tingkat masyarakat disana, hal inipun tercermin melalui harga bbm (bensin) yang per liternya sekitar 30 rupe (Rp. 6.000,-) artinya subsidi bbm tidak diberlakukan dan masyarakat dapat menerimanya. (bambang purwanto).

Fitoremediasi mengolah limbah di halaman rumah anda

FITOREMEDIASI

upaya  mengolah  air  limbah

dengan media  tanaman

  
 

I. LATAR BELAKANG

 
 

Media Indonesia dalam terbitannya tanggal 2 Desember 2002 memuat tulisan yang berjudul "Kualitas Air di Bali Alami Penurunan" dimana diulas pula keberhasilan Propinsi Bali dalam mengembangkan proses Waste Water Garden (WWG) yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia. Konsep pengolahan limbah domestik ini telah diterapkan di Kantor Gubernur Renon Denpasar, Kantor Kecamatan Kuta, Sekolah Sunrise School, dan beberapa hotel serta restoran di Bali.

 
 

Setelah kami lakukan kajian lebih dalam baik melalui diskusi maupun melalui kunjungan lapangan pada tanggal 7-8 Februari 2002 yang lalu dan diskusi teknis lebih mendalam dengan pihak Bapedalda Propinsi Bali dan Kabupaten Badung dr. I Gede Ketut Ranayana dan I GDE M. Sudira ,SPd, MM upaya pengolahan limbah domestik yang dilakukan oleh mereka cukup menarik untuk dikaji lebih jauh dan kiranya dapat diterapkan di beberapa lokasi ditempat lain.

 
 

Beberapa majalah dan jurnal ilmiah di beberapa negara telah membahas dengan detail bagaimana proses remediasi ini dapat menolong manusia untuk memecahkan problem lingkungannya; smithsonian magazine juli 1997, EPA  acitizen's guide to phytoremediation dan beberapa situs terkenal lainnya.  

 
 

II. PENGERTIAN

 
 

Phyto asal kata Yunani/ greek "phyton" yang berarti tumbuhan/tanaman (plant), Remediation asal kata latin remediare ( to remedy) yaitu memperbaiki/ menyembuhkan  atau membersihkan sesuatu.

Jadi Fitoremediasi (Phytoremediation) merupakan suatu sistim dimana tanaman tertentu yang bekerjasama dengan micro-organisme dalam media (tanah, koral dan air) dapat mengubah zat kontaminan (pencemar/pollutan) menjadi kurang atau tidak berbahaya bahkan menjadi bahan yang berguna secara ekonomi.

 
 

 III. CARA BERLANGSUNGNYA PROSES FITOREMEDIASI.

 
 

Proses dalam sistim ini berlangsung secara alami dengan enam tahap proses secara serial yang dilakukan tumbuhan terhadap zat kontaminan/ pencemar yang berada disekitarnya

 
 

a.      Phytoacumulation (phytoextraction) yaitu proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media sehingga berakumulasi disekitar akar tumbuhan. Proses ini disebut juga Hyperacumulation

 
 

b.      Rhizofiltration (rhizo= akar) adalah proses adsorpsi atau pengedapan zat kontaminan  oleh akar untuk menempel pada akar. Percobaan untuk proses ini dilakukan dengan menanan bunga matahari pada kolam mengandung radio aktif untuk suatu test di Chernobyl, Ukraina.

 
 

c.      Phytostabilization yaitu penempelan zat-zat contaminan tertentu pada akar yang tidak mungkin terserap kedalam batang tumbuhan. Zat-zat tersebut menempel erat (stabil ) pada akar sehingga tidak akan terbawa oleh aliran air dalam media.

 
 

d.      Rhyzodegradetion disebut juga enhenced rhezosphere biodegradation, or plented-assisted bioremidiation degradation, yaitu penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas microba yang berada disekitar akar tumbuhan. Misalnya ragi, fungi dan bacteri.

 
 

e.      Phytodegradation (phyto transformation) yaitu proses yang dilakukan tumbuhan untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai rantai molekul yang kompleks menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan dengan susunan molekul yang lebih sederhan yang dapat berguna bagi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri. Proses ini dapat berlangsung pada daun , batang, akar atau diluar sekitar akar dengan bantuan enzym yang dikeluarkan oleh tumbuhan itu sendiri. Beberapa tumbuhan mengeluarkan enzym berupa bahan kimia yang mempercepat proses proses degradasi.

 
 

f.        Phytovolatization yaitu proses menarik dan transpirasi zat contaminan oleh tumbuhan dalam bentuk yang telah larutan terurai sebagai bahan yang tidak berbahaya lagi untuk selanjutnya di uapkan ke admosfir. Beberapa tumbuhan dapat menguapkan air 200 sampai dengan 1000 liter perhari untuk setiap batang.

 
 

Jenis-jenis tanaman yang sering digunakan di Fitoremediasi adalah:

Anturium Merah/ Kuning, Alamanda Kuning/ Ungu,  Akar Wangi, Bambu Air, Cana Presiden Merah/Kuning/ Putih, Dahlia, Dracenia Merah/ Hijau, Heleconia Kuning/ Merah, Jaka, Keladi Loreng/Sente/ Hitam, Kenyeri Merah/ Putih, Lotus Kuning/ Merah, Onje Merah, Pacing Merah/ Mutih, Padi-padian, Papirus, Pisang Mas, Ponaderia, Sempol Merah/Putih, Spider Lili, dll.

 
 

                 
 

IV. APLIKASI DI LAPANGAN

 
 

Beberapa penerapan lapangan dengan konsepsi phytoremediasi ini yang cukup berhasil diantaranya adalah:

           
 

1.      Menghilangkan logam berat yang mencemari tanah dan air tanah, seperti yang dilakukan di Ne Zealand, lokasi : Opotiki, Bay of Plenty. Membersihkan tanah yang tercemar cadmium (Cd oleh penggunaan pesticida) dengan menanam pohon poplar.

 


 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

2.      Membersihkan tanah dan air tanah yang mengandung bahan peledak        (TNT, RDX dan amunisi militer) di Tennese, USA, dengan menggunakan metode wetland yaitu kolam yang diberi media koral yang ditanami tumbuhan air dan kemudian dialirkan air yang tercemar bahan peledak tersebut.. Tumbuhan yang digunakan seperti : Sagopond (Potomogeton pectinatus), Water stargas  (Hetrathera), Elodea (Elodea Canadensis) dan lain-lain.

 


 

 
 

 3.      Pengolahan limbah domestik dengan konsep fitoremediasi dengan metoda Wet land, seperti yang diterapkan dibeberapa tempat di Bali dengan sebutan wastewater garden (WWG) atau terkenal dengan Taman Bali  seperti yang terlihat di Kantor Camat Kuta, Sunrise School, dan Kantor Gubernur Bali. Wetland ini berupa kolam dari pasangan batu kemudian diisi media koral setinggi 80 cm yang ditanami tumbuhan air (Hydrophyte) selanjutnya dialirkan air limbah (grey water dan effluen dari sptictank). Air harus dijaga berada pada ketinggian 70 cm atau 10 cm dibawah permukaan koral agar terhindar dari bau dan lalat/ serangga lainnya.

 
 

Untuk menghindari kloging (mampet) pada lapisan koral maka air limbah sebelum masuk unit wetland ini harus dilewatkan unit pengendap partikel discret. Berdasarkan hasil test laboratorium terhadap influen dan effluen diperoleh hasil evaluasi kinerja unit tersebut, dengan effisiensi removal sebagai berikut: BOD  80 s/d 90 % , COD 86 s/d 96 %, TSS  75 s/d 95 %,  Total N 50 s/d 70 %, Total P 70 s/d 90 % , Bakteri coliform 99 %. Terdapat 27 spesies tumbuhan yang digunakan untuk taman Bali ini diantaranya Keladi, pisang, Lotus, Cana, Dahlia, Akar wangi, Bambu air, Padi-padian, Papirus, Alamadu dan lainnya tanaman air. Pemeliharaan sistim ini sangat kecil yang umumnya hanya menyiangi daun-daun tumbuhan yang layu/ kering dengan demikian maintainance cost sangat rendah.

 
 

Menurut penjelasan dari pihak Sunrise School Bali yang telah dua tahun menggunakan sistim ini belum pernah terjadi cloging pada lapisan koral dengan void ratio hanya 40 % untuk ukuran koral hanya 5mm s/d 10mm. Pada dasarnya proses yang terjadi pada wetland ini sangat alami artinya microorganisme dan tanaman membetuk ecosystem sendiri untuk berhadapan dengan jenis polutan yang masuk, jadi tingkat adaptasi/akomodasi terhadap zat dan kadar pencemararan sangat baik, berbeda dengan misalnya fakultatif pond  proses akan rusak (invalid) jika ada B 3 yang masuk atau jika beban pencemaran meningkat lebih dari 20 % akan terbentuk algae bloom.

 
 

Namun penerapan yang digunakan umumnya terbatas pada sekala kecil yaitu untuk perkantoran, sekolah dan komunal sekala RW, hal ini terjadi karena luas lahan yang dibutuhkan perkapitanya lebih tinggi dibanding sisti konvensional umumnya. Meskipun debandingkan dengan sistim stabilization pond kebutuhan lahan jauh lebih luas.

 
 

V. KONSEP PERENCANAAN WET LAND

 
 

Beberapa ketentuan yang diperlukan untuk membuat sistim ini yaitu:

1.      Unit wet land harus didahului dengan bak pengendap untuk menghidari kloging pada media koral oleh partikel-partikel besar.

2.      Konstruksi berupa bak/ kolam dari pasangan batu kedap air  dengan kedalaman ± 1 m .

3.      Kolam dilengkapi pipa inlet dan pipa belubang lubang untuk outlet

4.      Kolam disi dengan media koral (batu pecah atau kerikil) diameter 5 mm s/d 10 mm. Setinggi / setebal 80 cm

5.      Ditanami tumbuhan air dicampur beberapa jenis yang  berjarak cukup rapat, dengan melubangi lapisan media koral sedalam 40 cm untuk dudukan tumbuhan.

6.      Dialirkan air limbah setebal 70 cm  dengan mengatur level (ketinggian) outlet yang memungkinkan media selalu tergenang air 10 cm dibawah permukaan koral

7.      Design luas kolam  berdasarkan Beban BOD yang masuk per hari dibagi dengan Loading rate pada umumnya. Untuk Amerika utara = 32.10 kg BOD / Ha per hari. Untuk daerah tropis kira-kira = 40 kg BOD / Ha per hari .

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 

 


 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

Taman BALI ( Buangan Air LImbah)  di Denpasar Bali

 
 

 
 

 
 

 
 

VI. KESIMPULAN DAN SARAN.

 
 

1.      Phytoremediasi cukup effektif dan murah untuk menangani pencemaran terhadap lingkungan oleh logam berat dan B 3 sehingga dapat digunakan untuk remediasi TPA dengan menanam tumbuhan pada lapisan penutup terahir TPA dan menggunakan sistim wet land bagi kolam leachit.

2.      Sistim pengolahan limbah dengan wetland disarankan hanya untuk skala lingkungan maksimum 2000 orang dan perkantoran atau gedung-gedung sekolah karena kebutuhan lahannya cukup tinggi antara 1.25 m2/ capita s/d 2.5 m2 /capita dibanding fakultatif pond hanya 0.2 s/d 0.5 m2 / capita atau hanya 1/5 dari kebutuhan wetland.

3.      Biaya investasi sangat relatif terhadap ketersedian lahan, dengan demikian untuk skala kecil sangat ekonomis bila lahan dapat disediakan.

4.      Biaya O & P sangat rendah karena pemeliharaan hanya sambilan untuk pembersihan daun tumbuhan.

5.      Untuk skala rumah tangga sistim ini dapat dianggap pengganti bidang resapan.

 
 

 
 

Contoh Perhitungan

 
 

Kantor dengan jumlah pegawai 1000 orang.

Pemakaian air rata-rata 10 liter / pegawai / hari

BOD rata-rata = 250 mg / l

 
 

  1. Beban BOD = 10 l / orang / hari x 1000 orang x 250 mg/ l = 2.5 kg / hari

  1. Kebutuhan bak pengendap sekaligus bak anaerobik 2500 g : 250 g/ m3 = 10 m3, Jika kedalaman kolam 2.5 m maka luas kolam anerobik = 4m2

  1. Kebutuhan wetland. Effisiensi anaerobik untuk Td = (10 M3 : 10,000 l / hari = ) satu hari atau 60 %. Jadi BOD influen ke wet land = 40 % x 250 mg / l = 100 mg / l. Beban BOD yang masuk = 10000 l / hari x 100 mg / l = 1 kg / hari. Loading rate = 40 kg / Ha / hari . maka luas kolam yang diperlukan = 1 kg /hari : 40 kg / Ha / hari = 250 m2

  1. kesimpulan  dibutuhkan  lahan kira-kira 260 m2
  2. kedalam kolam wet land = 1 m, tebal media koral 80 cm, kedalaman air 70 cm.   

 
 

Daftar  Pustaka

 
 

1.      Media Indonesia, Kualitas Air di Bali Alami Penurunan, 2 Desember 2002

2.      US-EPA ,  A Citizen's Guide to Phytoremediation,  August 1998

3.      Smithsonian Magazine, Wastewater Problem? Just Plant a Marsh, July 1997

4.      Walter H Zachritz, et al, Land Application of Wastewater in Arid Regions, Desert Research Institute, Las Vegas Nevada

5.      American Society of Plant Biologist, Phytoremediation of metals, December 30, 2002

6.      Paul R Adler, Phytoremediation of Aquaculture Effluents, USDA-ARS, Kearneysville, West Virginia USA, February 22, 2000

7.      FJ Sikora, et al, Phytoremediation of Explosives in Groundwater Using Innovative Wetylends Based Treatment Technologies, US Army Environmental Center, Maryland USA

8.      Dynamax Inc, Phytoremediation/ Bioremediation

9.      Todd Zynda, Phytoremediation, Envirotools, 2001

10.
Rustam Effendi Harahap, Phytoremediasi, 17 Februari 2003

11.
Bapedalda Propinsi Bali, Petunjuk Teknis Pengolahan Limbah Cair Dengan Sistem Wastewater garden (WWG) Desember 2002, Denpasar Bali

12.
Planetary Coral Reef Foundation Indonesia, Wastewater Garden, Denpasar Bali

13.
Bapedalda Kabupaten Badung, Pembangunan Wastewater Garden (WWG) Taman Bunga Air Limbah (Taman Bali) di Kabupaten Badung, Denpasar, 26 Juli 2002

14.
Bapedalda Propinsi Bali dan PT Mitra Lingkungan Duta Consult, Taman Bali, mengolah air limbah menampilkan keindahan, Denpasar Bali


 
 

Saturday, February 6, 2010

I feel fine

Baby's good to me, you know
She's happy as can be, you know
She said so
I'm in love with her and I feel fine

Baby says she's mine, you know
She tells me all the time, you know
She said so
I'm in love with her and I feel fine

I'm so glad that she's my little girl
She's so glad, she's telling all the world

That her baby buys her things, you know
He buys her diamond rings, you know
She said so
She's in love with me and I feel fine, mmm

Baby says she's mine, you know
She tells me all the time, you know
She said so
I'm in love with her and I feel fine

I'm so glad that she's my little girl
She's so glad, she's telling all the world

That her baby buys her things, you know
He buys her diamond rings, you know
She said so
She's in love with me and I feel fine
She's in love with me and I feel fine, mmm, mmm