Saturday, January 18, 2014

air lorong

PDAM Kota Makassar dan
Rencana
Air Lorong
di Kelurahan Barombong
                                                           





Disusun oleh D. Pandu Suryo WA. ST.MSc
PDAM KOTA MAKASSAR
2014









DAFTAR ISI
I. Air Lorong
1. PDAM Kota Makassar
2. Rencana Air Lorong Kelurahan Barombong
    Penentuan Kelurahan dan Lorong
    Dasar Perencanaan  
a.Tingkat Kemiskinan masyarakat kelurahan
b. Motivasi masyarakat
c.  Potensi penghasilan produk masyarakat
d. Pemilihan Kelompok
·         KPP (kelompok Pemakai dan Pemelihara)
·         Kelompok Pembangun
·         Kelompok Tabungan
e. Proses
·         Persiapan
·         Perencanaan air lorong
·         Negosiasi dan kesepakatan
f.  Inventarisasi Sumber Daya
·         Pembangunan Prasarana Air Lorong
·         Pembuatan Proposal
·         Tim Pendamping 1 orang per kelurahan.
3. Perencanaan IPA Air Minum
                a. Membran/RO
                b. Reservoir/Tanki fiber
4. Air Baku Mamminasata
5. Masalah Air Baku
6. Pemecahan Masalah
7. Sistem Penyediaan Air Minum Kota Makassar
8. Reservoir dan Booster Pump

II. KPS (Kerjasama Pemerintah Swasta)

III. NRW (Non Revenue Water)






I. Air Lorong

1. PDAM Kota Makassar

Kota Makassar yang merupakan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia yang setiap tahunnya mengalami perkembangan penduduk yang begitu pesat dituntut untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya dengan tersedianya air bersih yang layak baik dari segi kualitas, kuantitas dan kontinuitas.
Program pemerintah dalam pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) bidang air minum yaitu pada tahun 2015 cakupan layanan air minum mencapai 68,8% dari seluruh penduduk Indonesia.
PDAM Kota Makassar dalam upayanya menjadi salah satu PDAM terkemuka, berusaha sepanjang waktu meningkatkan pelayanan. Seiring pesatnya pelayanan, maka berbagai macam permasalahan khususnya dalam system penyediaan dan pendistribusian air bersih menuntut jajaran manajemen PDAM Kota Makassar untuk bekerja lebih efektif.
Melihat kondisi pelayanan PDAM Kota Makassar saat ini, dengan jumlah pelanggan aktif mencapai 160.000 SL, yang akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya laju pertumbuhan penduduk.

Informasi Umum

Kota Makassar terletak antara koordinat 119° 24’17’38” Bujur Timur dan kordinat 5°8’6’19 Lintang Selatan, dimana Kota Makassar terdiri atas 14 wilayah kecamatan, dengan 143 kelurahan dengan luas wilayah 175,77 Km2. Sedangkan batas – batas wilayah administrarif dari letak Kota Makassar, antara lain :
KOTA MAKASAR-  Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep
-  Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gowa
        -  Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar
        -  Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros
Rencana Air Lorong Kelurahan Barombong
Air merupakan kebutuhan mutlak olehnya itu masyarakat kota Makassar perlu memberikan prioritas kepada masyarakat yang diwakili oleh komunitas yang tinggal di lorong lorong kota Makassar.
Air Lorong akan menjadi pilihan alternatif dimana penyedia air minum PDAM belum dapat menjangkau daerah yang kurang dan belum terlayani air minum, maka melalui layanan Air Lorong diharapkan dapat menjangkau keseluruh daerah melalui perencanaan yang bersifat partisipatif, sehingga  masyarakat merasa memiliki dan merawat sarana dengan baik.
Melalui beberapa kriteria dibawah ini maka diharapkan memberikan aspek tepat sasaran dan tepat guna.
Penentuan Kelurahan dan Lorong di Kelurahan Barombong
Daerah Kelurahan Barombong memiliki potensi pengembangan yang berpotensi, meskipun demikian sd saat belum terlayani air minum yang memenuhi syarat, meskipun diperparah dengan air tanah yang asin dan tidak memenuhi syarat.
Dalam merencanakan tidak keseluruhan lorong direncanakan. Akan tetapi lorong yang memiliki potensi dan kriteria yang memenuhi syarat dibawah ini.
1. Tingkat Kemiskinan masyarakat
- Memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dengan ditandai cluster rumah kumuh.
2.  Motivasi masyarakat
- Memiliki masyarakat yang termotivasi dengan terbatasnya sarana dan prasarana utilitas kota.
3. Potensi penghasilan produk masyarakat
-  Memiliki penghasilan dan hasil produk yang dibuat oleh masyarakat.          
4. Pemilihan Kelompok
- KPP (kelompok Pemakai, Pemeliharan dan Pemlihara)
- Kelompok Pembangun
- Kelompok Tabungan
       5. Proses
-  Persiapan (pertemuan konsultasi masyarakat)
Masyarakat bersama pendamping (asal PDAM) melakukan persiapan perancanaan sarana air minum serta bersama sama menentukan lokasi dan kelayakan serta kesepakatan bersama, termasuk kapan akan dilaksanakan.
-          Perencanaan air lorong
Bersama sama memetakan lorong lorong yang berpotensi serta jalur pipanya dan menghitung RAB. Bila nilai pekerjaan adalah lebih besar 20 juta maka perlu ditender minimal 3 peserta tender.

-          Negosiasi dan kesepakatan
Bersama sama bernegosiasi dan bersepakat untuk menentukan besar nilai air yang dibayarkan perorang per satuan volume yang diterima warga anak lorong.
-      Inventarisasi Sumber Daya
Sumber Daya yang diinvetarisir adalah termasuk sumber air minum yang dapat digunakan untuk Air Lorong.
        Pembangunan Prasarana Air Lorong
Setelah terbentuknya organisasi  KPP (kelompok Pemakai, Pemeliharan dan Pemelihara) dan Kelompok Pembangun maka semua  secara bersama sama menentukan kapan akan dilakukan pembangunan prasarana serta melakukan diskusikan siapa akan bertugas apa.
Pembuatan Proposal
·         Seluruh hasil diskusi direkam dan dimasukkan dalam usulan serta proposal untuk dapat diiusulkan kepada SKPD terkait.
·         Pendamping 1 orang PDAM per kelurahan.
·         Air minum disuplai kepada Masyarakat melalui beberapa cara yaitu:
·         Menggunakan mobil tangki
·         Menggunakan pipa dari PDAM termasuk PDAM Takalar, Gowa Makassar.
Bila air baku memenuhi syarat maka air baku dengan kondisi kekeruhan tinggi dan mengandung chlorida dapat diolah dengan menggunakan metoda membran. Adapun spesifikasi Instalasi pengolahan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
DAFTAR TABEL
PERENCANAAN IPA AIR MINUM
KAP
POMPA AIR
BAKU
OPERATOR
PRODUKSI
CAKUPAN PELAYANAN
KET
0,5 – 0,6 L/DET
1,5 – 2 L/DET
Q : 0,8 L/DET
H :  8 M
1-2
86-170 M3/HR
100 KK
500 JIWA

1 L/DET
3-4 M3/JAM
Q : 1,5 L/DET
H :  12  M
1-3
86-170 M3/HR
600 KK
1200 JIWA

3 – 5 L/DET
15 – 20 M3/JAM

Q: 5 – 7,5 L/DET
H: 8-15 M
2-4
250 – 400 M3/HR
2700 – 3200 JIWA
550-640 KK

50 L/DET
180 M3/JAM
Q: 55 L/DET
H: 12-20 M

3-4
16000 M3/HR
32500 JIWA


RESERVOIR/ TANKI FIBER
Dapat digunakan berbagai merek penampungan air yang dijual dipasaran. Adapun beberapa merek dapat dilihat sebagai berikut.
TYPE RT25 KAPASITAS 5000 LT HARGA 55 JUTA/unit
TYPE 2 M3 MAKASSAR HARGA 2 JUTA/ unit


4. AIR BAKU MAMMINASATA
Sarana dan Prasarana SDA
  1. Bendung Lekopancing
                Sumber air  : S. Lekopancing
                Debit minimum sungai  =  400  l/det
                Kapasitas  intake  = 1.000  l/det
                Kapasitas IPA  =  1.000 l/det
                Masalah :
                a.     Catchment area sudah kritis
b.     Kapasitas saluran transmisi berkurang
                c.     Kebocoran pada saluran
                        transmisi  
  1. Intake Maccini Sombala
       Sumber air : Long storage S. Jeneberang
                Kapasitas  IPA  = 200  l/det
                Potensi  =  1.500  l/det
                Masalah  : 
                a.    Kekeruhan air S. Jeneberang
                       sepanjang tahun
                b.    Tertutupi dengan tanaman
                        enceng gondok
                c.     Lokasi lomba dayung
  1. Bendungan Bili-bili
                Sumber air  : S. Jeneberang
                Kapasitas intake   =  3.300  l/det
                Kapasitas IPA Somba Opu   =  1.000   l/det
                Masalah  :  kekeruhan air sungai Jeneberang

Studi Kelayakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang telah dilakukan untuk:
  1. Bendungan Bontosunggu
                Sumber air di Sungai  Maros
                Kapasitas tampung  = 141 juta m3
                Kapasitas air baku  1.000 – 1.500  lt/det
                Listrik  =  10 MW
                Irigasi    15.000  ha dengan instensitas  300 %
b.            Bendungan Pamukulu
                Sumber air di sungai Pamukulu
                Kapasitas tampung   =   82 juta m3
                Kapasitas air baku  = 750 – 1000  lt/det
                Irigasi   =  6.000  ha dengan instensitas 220  %
c.             Pengembangan air baku S. Tallo
                Ada 4 alternatif lokasi : Muara S. Tallo, Kp. Buntusu, S. Mangalarang, dan
                sungai Tacerekang.
                 
5. MASALAH
Permasalahan Air Baku PDAM saat ini dapat dibagi menjadi :
-          Air Baku Sistim Panaikang
Air Baku saat ini terjadi saat musim Kemarau, pada tahun 2014 yaitu pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober. Disaat itu digunakanlah suplesi air baku melalui pompa suplesi Moncongloe (S. Tallo) dengan total kapasitas 900 l/det.

-          Air Baku Sistim Somba Opu
Air Baku sistim somba opu direncanakan memiliki total kapasitas 3000 l/det. Pada saat ini telah digunakan oleh IPA V Somba Opu sebesar 1200 l/det. Adapun sisanya akan direncanakan oleh Propinsi Sul Sel  sebuah IPA sebesar 1000 l/det yang akan dibangun di daerah depan Kuburan Cina Bolangi Kab GOWA.
Saat ini telah diusulkan penambahan air untuk IPA IV Maccini Sombala untuk mencapai 500 l/det
-          MOU Mamminasata yang membahas Air Baku dan Air Bersih
Pada  perjanjian tersebut direncannakan pdam akan menggunakan sebesar 600 l/det air yang dihasilkan oleh IPA 1000 l/det yang akan dibangun /dikelola oleh Provinsi.
6. PEMECAHAN MASALAH
Kebutuhan air baku PDAM Kota Makassar harus mencukupi sesuai dengan masterplan 1985 serta FS/DD 1999 yang dibantu JICA.
Saat ini Air baku pdam  belum terkendala masalah meskipun ancaman dapat terjadi seperti diberitakan oleh media masa bahwa bendung Lekopancing akan ditutup. Olehnya itu Melalui BBWS PJ dimungkinkan air baku yang berasal dari bendung lekopancing ke IPA II Panaikang  akan digantikan melalui pipa tertutup yang berasal dari intake Malengkeri (Long Storage/ S. Jeneberang)
KESIMPULAN
Permasalahan Air baku dapat dipecahkan melalui usulan/persuratan Walikota kepada Kepala Balai Besar Wil Sungai Pompengan Jeneberang. Ikut bersama sama dengan semua stakeholder melakukan pertemuan konsultasi masyarakat







Pada saat ini PDAM Kota Makassar memiliki 5 Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas total 2.635 l/dt, yang terdiri dari:
·         IPA I, Ratulangi                          :               50 l/dt
·         IPA II Panaikang                        :               1.300 l/dt
·         IPA III Antang                            :               85 l/dt (50 l/dt dan 35 l/dt)
·         IPA Maccini Sombala              :               200 l/dt
·         IPA Somba Opu                        :               1.000 l/dt

Tabel memperlihatkan IPA, air baku, pipa transmisi dan reservoir yang ada pada setiap sistem air minum di kota Makassar.

No
IPA
Air Baku
Saluran Transmisi
Reservoir
Nama
Kap (l/dt)
Tahun
Jenis/Nama
Kap (l/dt)
Jenis
Diameter (mm)
Panjang (m)
Kapasitas (m3)
Jenis
1
Ratulangi
50
1924
S. Jeneberang
60
Conc. Pipe
500
7.000
1.700
Ground
800
Menara
2
Panaikang
2 x 500
1977 & 1989
S Maros
1300
Kanal

29.600
10.000
Ground




S. Jeneberang (suplesi)
600
PVC
600
4.593






PVC
500
2.396
3
Antang 1
20
1985
S. Lekopancing
90
PVC
150
2.000
276 & 267
Ground

Antang 2
20
1992

Antang 3
50
2003

Antang 4
35
2009
4
Maccini Sombala
200
1993
S Jeneberang
220
PVC
350
2.000
400
Ground
5
Somba Opu
1.000
2001
Dam Bili2
1.200
Conc Pipe
1.000
30
12.000
Ground
Conc Pipe
1.200
30
DIP
1.500
10.287
DIP
1.600
5.968

Saluran / Pipa Transmisi Air Baku

Total panjang saluran / pipa transmisi yang mengalirkan air baku dari sumber air ke instalasi pengolahan air di PDAM Kota Makassar adalah 63,9 km yang terdiri dari kanal sepanjang 29,6 km dan pipa diameter 150 – 1.600 mm sepanjang 34,3 km.

8. Reservoir dan Booster Pump

Pada sistem penyediaan air minum PDAM Kota Makassar terdapat 7 reservoir dengan kapasitas total 25.943 m³ seperti terlihat pada Tabel Seluruh reservoir yang ada ini terdiri dari 2 kompartemen, sehingga selama dilakukan pencucian reservoir, pendistribusian air ke konsumen dapat tetap dilakukan.
Pada sistem distribusi PDAM Kota Makassar terdapat 6 unit pompa booster, yaitu:
·         Pompa booster Kaveleri
·         Pompa booster Tamalanrea
·         Pompa booster Daya
·         Pompa booster Kima
·         Pompa booster Goa Ria
·         Pompa booster Sudiang

Pompa booster ini digunakan untuk meningkatkan tekanan air yang berasal dari IPA Panaikang,kecuali pompa boster Goa Ria dan Sudiang belum dimanfaatkan, karena keterbatasan debit air.
















II. KPS (Kerjasama Pemerintah dan Swasta)
Mengapa (tahun 2007, 2011) IPA II, IV dan V harus dikerjasamakan?
1. Pengelolaan PDAM tidak efisien saat itu
2. PDAM tidak memiliki dana untuk investasi
3. Ada rencana fungsi transfer teknologi
4. Diatur dalam PermenPU 12/PRT/2010

IPA II Panaikang Secara umum
KPS IPA II Panaikang telah berjalan dengan baik, meskipun peningkatan Sumber Daya manusia khususnya staf PDAM belum maksimal. Belum ada skejul pengembangan SD Manusia. Kelemahan terletak pada kualitas sumber air baku yang tercemar oleh aktifitas manusia (sampahdan limbah) dan pencemaran pupuk.

IPA V Somba Opu
Kapasitas Terpasang IPA V  (Opini Penulis)
Meski kapasitas tambahan dalam Adendum hanya 300 l/det kerjasama tetap berjalan.
Bila kenaikan total produksi hanya 300 l/det selayaknya masih bisa dikerjakan oleh PDAM Kota Makassar. Pada saat perjanjian kerjasama total produksi yang dikerjasamakan adalah sebesar 3000 l/det.

Profil IPA V Somba Opu dalam KPS (Kerjasama Pemerintah – Swasta ) PT. ATS selama 2 tahun
Ipa V Somba Opu yang diresmikan pada tahun 2001 merupakan IPA dengan usia termuda diantara 5 ipa milik PDAM Kota Makassar , meskipun telah dilakukan pengecatan pada bangunan Kimia masih terlihat  kesan kumuh dan kurangnya penghijauan pada areal IPA tersebut.
Terhitung sejak 1 Januari 2012 sd 31 Desember 2036 PT. Bahana Cipta berdasarkan SPKS No 037.a/B.3d/XII/2011 tanggal 19 Desember 2011. PDAM Kota Makassar telah melakukan kerjasama pengusahaan pengembangan sistem penyediaan Air Minum (SPAM) di IPA V Somba Opu.Berdasarkan dokumen kontrak khususnya pasal 3.3 poin a. disebutkan bahwa pihak  PT. Bahana Cipta akan melakukan RUOT yangterdiri dari:
(1)  Rehabilitasi, Uprating dan perubahan kapasitas terpasang IPA dari kapasitas terpasang 1000 l/det menjadi 3000 l/det, Pembangunan Reservoir 10.000 m3, Boster   2000 m3 dan SCADA serta relokasi pipa jaringan distribusi utama, sekunder dan tersier. Menurunkan angka % NRW, rehabilitasi jaringan pipa dinas dan pengembangan DMA dan database jaringan serta 96.000 SR (4.174 SR/Tahun)
(2) Dalam Amandemen No.2 telah disepakati kedua pihak PDAM Kota Makassar dan PT. Bahana Cipta untuk merubah beberapa pasal dalam perjanjian kerjasama.
(3) Mengingat kesepakatan / MOU Mamminasata
(4) Dalam Amandemen No.3 Disepakati pihak PT. Bahana Cipta menurunkan kapasitas rencana dari 3000 l/det menjadi 1600 l/det dan mengeluarkan komponen Pemasangan meter, karena dapat terjadi multi pengadaan (temuan BPK)
(5) Sejak dimulainya KPS mulai 2012 dengan nilai sebesar Rp. 455.255.000.000 kapasitas tepasang IPA V Somba Opu telah meningkat yaitu dari 1200 l/det menjadi 1300 l/det atau dengan kata lain mengalami peningkatan sebesar 100 l/det.
(6) Berdasarkan laporan Pra FS tim kajian peningkatan pelayanan tahun 2011 dimana direncanakan kapasitas IPA V Somba Opu naik 1000 ldet pada tahun 2013 dan tahun 2020 naik sebesar 500 l/det dan tahun 2026 sebesar 500 l/det. Berdasarkan peninjauan lapangan tanggal 20 Juni 2014 bersama Tim Independen PDAM Kota Makassar. Terlihat masih belum tertangani khususnya kebersihan dan penghijauan.
Tarif Air Curah
Tarif Air Curah sejak dimulainya kerjasama ini adalah Rp 807 / m3
Kajian Amdal
Didalam Kajian Pra FS yang dibuat oleh Tim Kajian Peningkatan Pelayanan bahwa direncanakan Operator dan staf IPA V Somba Opu akan mengikuti pelatihan dan Penyegaran pada keadaan khususnya agar dapat dipertahankan kompetensinya.
Pinalti                                                                                                                                                                           
Bila dalam kerjasama yang ada pihak II atau PT. Bahana Cipta / PT. ATS tidak melaksanakan sepenuhnya maka dianggap wanprestasi.
Kesimpulan
Mengingat beberapa poin di atas No 1 sd 6 yang tidak sesuai dengan rencana kerjasama maka pertimbangan ini dapat dianggap sebagai suatu usulan untuk Pemutusan kerjasama antara PDAM Kota Makassar dan PT. Bahana Cipta / PT. ATS.
Masalah
Kualitas, kuantitas serta kontinuitas air olahan belum sepenuhnya diinformasikan dan dimengerti hasilnya kepada pelanggan secara online.
Kelebihan produksi tidak termasuk yang dibayarkan, yang dibayarkan adalah sesuai kontrak. Produksi IPA II bisa mencapai 1300 l/det. Belum memperhitungkan kewajiban kewajiban pajak seperti PBB, PPN serta kewajiban CSR kepada masyarakat sekitar.
Temuan BPK
Investor yang Tidak Performed (ditemukan pembayaran listrik di IPA IV oleh Pihak II belum sepenuhnya dilaksanakan)
Perbaiki isi kontrak atau putus saja KONTRAK kerja sama dengan KPS


Saran
1.       Dapat ditindak lanjuti kemungkinan penggunaan dana SKPD atau Pemerintah Pusat berupa  kemudahan “reimburse” pengadaan SR (sambungan rumah) metode MBR (Masyarakat berpenghasilan rendah) termasuk discount pemasangan baru untuk ekonomi lemah.
2.       Pendalaman Materi kontrak KPS masih belum sepenuhnya dilaksanakan terutama Asli dan adendum.
3.       Data penambahan reservoir untuk menerima air baku dari IPA Mamminasata Propinsi Sul-Sel belum ada
4.       Tim PDAM harus mengantisipasi bila terjadi gugatan pihak II karena kelebihan produksi.

III. NRW (Non Revenue Water)
Masih tingginya angka prosentase NRW
Kebocoran pipa diameter kecil dia ¾ sd 100 mm masih terjadi dalam jumlah besar. Hal ini dimungkinkan karena pipa service masih menggunakan pipa  galvanized olehnya itu untuk hasil terbaik pipa stainlis steel. Kebiasaan pekerja mendahulukan pekerjaan pipa diameter besar daripada pipa diameter kecil.
Hal lain adalah pekerjaan  pemasangan pipa service kerumah rumah pelanggan dilakukan belum sepenuhnya memenuhi syarat kualitas pemasangan, sebagai contoh selesai pekerjaan pemasangan masih terjadi diantara sambungan yaitu tetesan / kebocoran kecil. Namun bila hal ini terjadi dalam jumlah besar maka total kehilangan air akibat kebecoran ini juga cukup besar. 
DMA (distrik meter area)  digunakan untuk mempelajari  jumlah air yang bocor dalam area tertentu.
Meski belum sepenuhnya rencana DMA direalisasikan.
Penutup
“Tidak ada gading yang tak retak” tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan, meskipun demikian makalah ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan untuk merencanakan sarana air minum khususnya yang berhubungan dengan air lorong, Kebutuhan akan realisasi janji janji DIA adalah merupakan uapaya kita semua untuk memonitor dan mengawasi serta mensukseskan sehingga menjawab kebutuhan masyarakat.
Ucapan terima kasih kepada teman teman yang membantu penyediaan data dan mendiskusikannya.






Proposal Limbah sapi untuk Biogas dan Listrik

Proposal Limbah sapi untuk Biogas dan Listrik

http://koestoer.wordpress.com/bisnis/proposal-limbah-sapi-untuk-biogas-dan-listrik/




Rate This

PROPOSAL
PEMANFAATAN LIMBAH SAPI MENJADI BIOGAS dan LISTRIK
Sebagai
PROGRAM CSR



LATAR BELAKANG

Beban hidup masyarakat untuk energi sudah menjadi biaya tinggi. Penggunaan bahan bakar gas untuk kebutuhan rumah tangga sudah sejak lama dicanangkan oleh pemerintah dalam menggantikan minyak tanah.

Ketersedian listrik oleh pemerintah tidak merata dan makin hari makin mahal biayanya bagi masyarakat pedesaan. Dengan pola pengembangan listrik yang mengutamakan kepentingan industri besar semata, masyarakat rural semakin tidak terperhatikan pemenuhan kebutuhan listriknya yang sebenarnya merupakan motor penggerak ekonomi mikro Indonesia

Ekploitasi besar-besaran dan tidak logis terhadap sumber daya alam dari fosil oleh oknum pengusaha dan oknum pejabat pemerintah, makin merusak lingkungan dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat yaitu menurunnya kualitas lingkungan untuk hidup serta hal ini menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat daerah.

Kesulitan ekonomi dan langkanya lapangan pekerjaan makin menjerat masyarakat hingga memunculkan masyarakat miskin baru dalam.. Daya dukung ekonomi mikro terhadap ekonomi makro yang semakin lemah dikarenakan ketidak berdayaan masyarakat dalam berusaha juga menjadi seperti sebuah lingkaran setan tak ubahnya seperti ayam dan telur, mana yang harus didahulukan.

VISI

memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat indonesia melalui pemanfaatan sumber daya alam dan energy yang terbarukan

MISI

Mandiri Ekonomi : masyarakat mampu mendukung pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka sendiri dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Mandiri Energi : masyarakat mampu mengadakan dan memenuhi kebutuhan energi secara mandiri dari sumber yang mereka miliki tanpa tergantung dari pasokan pemerintah.

TUJUAN

Melalui aktivitas pemeliharaan sapi potong, masyarakat dapat mandiri secara ekonomi dengan mendapat keuntungan dari usaha penggemukannya, dan mandiri secara energi yaitu dapat memenuhi kebutuhan gas dan listrik sendiri dengan memanfaatkan kotoran sapi yang diubah menjadi gas untuk keperluan rumah tangga dan listrik untuk berbagai keperluan lainnya.

SASARAN

Terciptanya model mandiri ekonomi dan mandiri energi menggunakan sumber daya pemeliharaan sapi ditengah-tengah lingkungan pedesaan dan selanjutnya dapat dikembangkan diberbagai daerah lainnya ditanah air.



gambar



penggemukan Sapi dan pemanfaatan kotoran/limbahnya



PENGGEMUKAN SAPI POTONG



Beberapa jenis sapi yang biasa digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

Sapi Ongole, Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik

Sapi Bali, Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.
Sapi Brahman, Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.
Sapi Madura, Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.
Sapi Limousin, Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik

Tahapan Proses Penggemukan

Pemilihan Ras dan bentuk tubuh.

Sejatinya semua jenis ras punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentang hal ini sudah banyak diulas di pelbagai literatur tentang sapi potong. Hanya kita sebagai Praktisi peternakan seyogyanya perlu memperhatikan nilai-nilai praktis dan ekonomis dari jenis ras tersebut baik dari sisi kekuatan finansial peternak, peruntukannya dan timing tepat penjualannya.

Untuk ADG (penambahan Berat harian) diakui memang sapi jenis Limousin dan simmental F1 telah menjadi primadona mampu mencapai 1,3-2kg/ harinya. Disusul di belakangnya silangan SIMPO dan LIMPO dengan ADG 1-1,7kg/hari. Berlanjut kemudian PO murni, Bali dan seterusnya yang lebih rendah penambahan berat hariannya dan struktur tubuhnya.

Namun poin terpenting untuk tidak kita lupakan dari semua itu tentunya adalah Fisiologi dan kriteria performance sapi itu sendiri. Tampilan fisik yang ideal mencakup body frame, power depan dan belakang sapi akan mempengaruhi ADG, kemudahan pemeliharaan,dan harga purna jualnya.

Umur dan berat badan.

Usia sapi yang ideal untuk digemukkan mulai 1,5 sampai dengan 2,5 tahun, di sini kondisi sapi sudah mulai maksimal pertumbuhan tulangnya dan tinggal mengejar penambahan massa otot (daging) yang secara praktis dapat dilihat dari gigi yang sudah berganti besar 2 dan 4 buah. Sapi yang sudah berganti 6 gigi besarnya (3 tahun ke atas) juga cukup bagus. Hanya di usia ini sudah muncul gejala fatt (perlemakan) yang tentunya akan berpengaruh dengan nilai jual dari pelaku pemotongan ternak.

Sapi apabila masih di bawah usia ideal penggemukan biasanya lebih lambat proses gemuknya dikarenakan selain bersamaan pertumbuhan tulang dan daging juga sangat rentan resiko penyusutan serta labil proses penambahan berat disebabkan adaptasi tempat yang baru, pergantian pola pakan dan teknis perawatan serta penyakit.

Tentang variabel berat tubuh, pastinya akan kita lihat dulu dari jenis ras apa sapi yang akan kita pelihara. Sapi jenis limousin dan simmental maupun silangannya dengan PO kala umur 1,5 tahun sudah berbobot rata-rata 350-400 kg, sedang sapi PO murni hanya kisaran 185-275 kg. Nah, dari sini nantinya kita akan mulai berhitung tentang teknis penilaian ideal untuk mengukur sistem pemeliharaan dan transaksi jual beli.

Masa pemeliharaan.

apabila masa panen yang diinginkan jangka pendek (k.l 100 hari) pilihlah jenis limousin, simmental dan silangannya (F1 maupun F2) dengan berat mulai 390-500 kg. Jika proporsional pemeliharaannya, sapi tersebut akan mampu bertambah minimal 100kg saat panennya.

Namun kalau yang diinginkan masa panen jangka menegah dan panjang ( k.l 250 hari hingga lebih dari 1 tahun) disarankan agar memilih jenis F1 simmental dan limousin yang murni genetiknya dengan berat di bawah 350 kg. Kebanyakan peternak yang berpola seperti ini biasanya untuk investasi, pemurnian genetik indukannya atau bahkan sebagai hewan kesayangan (klangenan jawa.red).

Perhitungan harga.

Sistem transaksinya mirip seperti di bursa pelelangan yang harganya ditentukan berdasarkan kerelaan penjual dan kisaran harga umum pasar daging sapi secara nasional. Adapun penentuan beratnya adalah ditimbang pada saat hidup atau istilahnya berat hidup. Selisih berat timbang pada saat sebelum penggemukan dan setelah penggemukan inilah keuntungan yang didapat oleh peternak. Tentunya setelah dikurangi biaya penggemukan yaitu pakan dan kesehatan sapi. Pasaran harga berat hidup saat ini adalah Rp. 36.000,-/kg



PEMANFAATAN KOTORAN SAPI UNTUK GAS KEPERLUAN MASAK DAN LISTRIK RUMAH TANGGA

Teknik Pembuatan Biogas Sederhana

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas antara lain sebagai berikut :

± 60 % CH4 (metana)

± 38 % CO2 (karbon dioksida)

± 2 % N2, O2, H2, & H2S.

Kesetaraan nilai kalor biogas dengan sumber energi lain 1 m3 Biogas setara dengan :

Tabel kesetaraan biogas dengan sumber bahan bakar lain



Proses pembuatan gas dan listrik dari kotoran sapi sangat sederhana yaitu dengan mengumpulkan kotoran dan limbah sapi dalam digester yang secara anaerob menghasilkan gas metana yang dapat digunakan untuk memasak dan sebagai bahan bakar genset yang menghasilkan listrik. Skema lengkap proses dapat dilihat dalam gambar dibawah ini.



SKEMA PROSES





MANFAAT



KONSEP MANDIRI EKONOMI

Usaha penggemukan sapi potong sebagai konsep Mandiri ekonomi

Membuka peluang usaha baru dan dapat menyerap tenaga kerja

Memenuhi kebutuhan daging untuk wilayah sekitarnya
Mengurangi jumlah pengangguran
Meningkatkan taraf hidup masyarakat

KONSEP MANDIRI ENERGI

Pemanfaatan Kotoran sapi untuk listrik dan gas rumah tangga sebagai konsep Mandiri Energi

Memenuhi kebutahan bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga
Memenuhi kebutuhan listrik wilayah sekitar
Menciptakan kebersihan lingkungan
Mendapatkan pupuk organik yang murah untuk pertanian dan perkebunan
Mengurangi beban masyarakat dan negara dalam pemenuhan kebutuhan energi rakyat.

KEMITRAAN

Bentuk kemitraan yang ditawarkan oleh PT Sahastra Hasta Sejahtera (sebagai Pihak 1) adalah kerjasama pelaksanaan dan pengelola dengan MITRA (sebagai Pihak 2) sebagai penyandang dana CSR di lokasi yang telah tersedia dan disepakati bersama

GREEN ENERGY

TERM OF REFERENCE
GREEN ENERGY  FOR INDONESIAN’S FUTURE (14-16 Juli 2011)
http://koestoer.wordpress.com/go-green/seminar-green-energy/
  1. I.                    LATAR BELAKANG
    1. a.      Gambaran Umum
Menyusul pemanasan global dan perubahan iklim yang semakin menjadi, Indonesia harus segera menggeser penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan (renewable energy) yang jauh lebih bersih dan ramah lingkungan.
Saat ini Indonesia masih sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas. Bahan bakar fosil di Indonesia digunakan oleh 95 persen penduduk maupun pelaku industri, dengan konsumsi energi meningkat tujuh persen setiap tahunnya.
Padahal bahan bakar fosil ini ikut ‘berkontribusi’ terhadap total emisi energi CO2, yang hingga 2008 tercatat mencapai 351 juta ton. Selain itu bahan bakar fosil jelas merupakan energi yang tidak terbarukan. Jika terus digunakan, tentu persediaan bahan bakar akan habis.
Sementara, sumber-sumber energi terbarukan, yang notabene jauh lebih banyak ketimbang bahan bakar fosil, belum dimanfaatkan secara optimal. Energi terbarukan seperti hydrogen, air, panas bumi dan sebagainya masih dianggap sebagai energi alternatif, dimana penggunaannya hanya mencapai lima persen.
Penggunaan dan pengembangan energi terbarukan serta pelaksanaan konservasi energi ini sejalan dengan komitmen Indonesia yang dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada konferensi G-20 di Pittsburgh (2009) dan Konferensi Para Pihak ke-15 CITES atau COP15 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada 2020 mendatang.
Komitmen serupa juga dicanangkan oleh para pemimpin Negara dan pemerintah pada deklarasi B4E (Business for Environment) di Jakarta pada tanggal 27-29 April 2011.
Beberapa studi tentang energi terbarukan yang dilakukan oleh berbagai macam riset antara lain adalah pengembangan bahan bakar nabati, pembangkit listrik tenaga matahari, angin, air dan hidrogen. Beberapa diantaranya belum menghasilkan energi yang masuk pada skala ekonomi
Tim riset energi terbarukan dengan salah satu anggota dari Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia telah menemukan alternatif pembangkit energi listrik tanpa bahan bakar (Self Generated Power Supply) akan menjadi tonggak sejarah kebangkitan Indonesia untuk memimpin dalam penggunaan energi baru dan terbarukan.
Temuan teknologi yang merupakan green technology ini sudah siap untuk memasuki tahapan produksi massal dimana produk tersebut dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.  Teknologi tersebut diharapkan dapat bermanfaat semaksimal mungkin untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia, terutama di daerah yang belum terjangkau aliran listrik.
Namun, untuk menjadi produk penghasil energi yang akan mengguncang dunia, diperlukan dukungan dari pemerintah, akademisi dan bisnis, seperti pernah dikemukakan oleh Menteri Riset dan Teknologi dengan konsep ABG (Academician, Businessman and Government).
Keseluruhan Acara ini Menggunakan Energi Listrik dari Pembangkit Listrik Tanpa Bahan Bakar (Self Generated Power Supply)
  1. b.      Dasar Hukum
Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Tinggi berlandaskan hukum (1) Undang-undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 5 yang mengamanatkan bahwa pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia dan (2) Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 20 ayat 2 Perguruan Tinggi yang berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pasal 24 ayat 2 perguruan tinggi yang memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari landasan hukum tersebut di atas dan sejalan dengan Kebijakan Pengembangan Pendidikan Tinggi yang tertuang dalam HELTS (Higher Education Long Term Strategy), Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi bahwa dalam meningkatkan daya saing bangsa, Departemen Teknik Mesin mengadakan paparan mengenai riset Energi Terbarukan dan penyelenggaraan Seminar ‘Green Energi’ di kampus Universitas Indonesia.
  1. MAKSUD DAN TUJUAN
    1. a.      Maksud Kegiatan
Acara paparan Riset Energi Terbarukan dan Penyelenggaraan Seminar ‘Green Energi’ adalah mempresentasikan temuan teknologi  Pembangkit Listrik Tanpa Bahan Bakar (self generated power supply) menggunakan Brain Power yang mengkombinasikan/menyatukan arus bolak balik (AC, Alternating Current) dengan arus searah (DC, Direct Current) menjadi sistem arus sinergi. Sistem pembangkit ini diberi nama ‘NANO WAVE’ yang merupakan terobosan penemuan teknologi penghasil energi terbarukan.
Penyelenggara kegiatan adalah Kemenko Perekonomian RI, bekerjasama dengan berbagai pihak..
  1. b.      Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan Seminar ‘Green Energy for Indonesian’s Future’ antara lain adalah :
(1)   Memfasilitasi Tim Penemu Teknologi Self Generated Power Supply –SGPS (NANO WAVE) mempresentasikan hasil temuannya untuk dipublikasikan secara nasional dan internasional sebagai tonggak dari kebangkitan Indonesia, yang akan bermanfaat terutama bagi rakyat Indonesia.
(2)    Melaksanakan salah satu atau lebih tema pengembangan melalui pengabdian berbasis riset yang meliputi penemuan energi baru dan terbarukan.
(3)   Memperkenalkan energi yang ramah lingkungan dan secara ekonomis dapat dipergunakan, praktis dan dampak negatif yang sangat kecil bagi lingkungan.
(4)   Meningkatkan jejaring kerjasama antara pemerintah, bisnis dan akademisi dalam pengembangan dan penggunaan energi baru dan terbarukan.

  1. III.                KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
Kegiatan yang  dilakukan dalam rangkaian seminar ‘Green Energy for Indonesian’s Future’ antara lain adalah :
(1)   Presentasi Produk dan Riset Energi Terbarukan
Presentasi produk penghasil energi terbarukan dan riset riset universitas serta dari perusahaan yang melakukan riset-riset tentang penemuan energi terbarukan.
(2)   Peluncuran Produk Pembangkit Listrik Baru
Peluncuran produk pembangkit listrik tanpa bahan bakar (Self Generated Power Supply) yang dihasilkan dari riset kerjasama dengan tim riset dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
(3)   Rencana Aksi untuk ‘Terang Indonesia’
Penggunaan Pembangkit Listrik Tanpa Bahan Bakar oleh inventornya adalah diutamakan untuk masyarakat Indonesia yang belum  menikmati aliran listrik karena keterbatasan jaringan listrik, seperti yang terjadi di daerah terpencil. Oleh karena itu, perlu rencana aksi yang disusun secara bersama oleh pihak akademis, pemerintah dan perusahaan . Tujuannya adalah agar rakyat Indonesia dapat lebih sejahtera.
  1. IV.               TAHAPAN KEGIATAN
Rangkaian kegiatan dalam Seminar ‘Green Energy for Indonesian’s Future’ adalah berupa seminar, peluncuran produk pembangkit Listrik dan Pencanangan rencana aksi untuk ‘Terang Indonesia’.
Pembukaan seminar dan peluncuran produk pembangkit listrik tanpa bahan bakar (Self Generated Power Supply) akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
Paparan tentang Keterbatasan Energi Listrik di Indonesia yang tergolong Daerah Tertinggal akan dilakukan oleh Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT)
Paparan mengenai Regulasi Pemerintah tentang Energi Terbarukan dan Bio Fuel dan Pencanangan untuk rencana aksi untuk ‘Terang Indonesia’ akan dilakukan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

  1. V.                 LUARAN
Keberhasilan ‘Seminar Green Energy for Indonesian’s Future’ ditunjukkan dengan luaran:
(1)   Model pemberdayaan masyarakat yang dikhususkan pada pengabdian berbasis riset untuk pengembangan berkelanjutan.
(2)   Komitmen berupa Rencana Aksi dari Pemerintah, Bisnis dan Akademisi untuk mewujudkan ‘Terangnya Indonesia’
(3)   Riset lanjutan untuk pengembangan energi terbarukan
  1. VI.               PARTISIPAN
Lembaga Lembaga Pemerintah (Departemen dan non-Dep)
Pemerintah Propinsi se Indonesia
Departemen  Teknis dan Litbang Pemerintah
BUMN
Swasta Nasional dan Internasional
LSM Lingkungan
Asosiasi Pemerintah  Kota dan Kabupaten se Indonesia
Asosiasi Pengembang,  Agri-business, Pertambangan, Mi-Gas, Industri dan Energi
PSL se-Indonesia
  1. VII.             JADWAL KEGIATAN
    1. a.      Tempat Kegiatan
Tempat Kegiatan adalah di Perpustakaan Sentral Universitas Indonesia di Depok Jawa Barat.
(Maaf pindah tempat ke Hotel Bumi Wiyata, Jl Maronda Raya Depok – ttd panitia 06/07/11)
  1. b.      Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Seminar ‘Green Energy for Nation’s Future’  adalah Hari Kamis tanggal 14 Juli 2011 s/d  Sabtu tanggal 16 Juli 2011.
(tanggalnya menjadi  14 dan 15 Juli, 2 hari. Jam 14-22)
Tentative program:
HARI KE-1, Kamis 14 Juli 2011
WAKTU
KETERANGAN
09.00 – 09.30 Registrasi
09.30 – 09.40 Sambutan Rektor UI (Bp. Prof. Gumilar)
09.40 – 09.50 Sambutan Menko Perekonomian (Bp Hatta Rajasa) – TBA
09.50 – 10.00 Pembukaan  (Pemukulan gong, bunyi sirene dan penyalaan lampu menggunakan remote oleh Menteri/Rektor/Walikota)
10.00 – 11.00 Show Listrik utk Kesejahteraan (dibawakan olh  Bp. Prof. Ricky Stephenus Wee & Bp. Prof Raldi AK)
11.00 – 11.15 Coffee Break
11.15 – 12.30
  • Talk show “Energi Untuk Kesejahteraan”
dengan pembicara :
  1. Kemenko Perekonomian (RHK) merangkap sebagai moderator
  2. Dekan FTUI (Bp Prof. Bambang Sugiarto)
  3. Sosiolog : Bp. Dr.  Imam Prasojo
  4. MEDCO Energi : Direktur
  • Keliling stand (peserta talkshow/hadirin) dan beberapa pertunjukan (Anak sekolah sedang belajar, dll)
  • Diselingi dengan Organ Tunggal
12.30 – 14.00 Lunch Break dan sholatNano Wave Show
14.00 – 16.00
  • Expo Green Energy (Utilization of Automatic Generated Power Suppl
  • Green Building
  • Green IT
  • Tanya Jawab dengan Narasumber : Ricky Wee dan RAK, topic Brain Power
  • Penampilan Product Unggulan Peserta Pameran
19.00 – 21.00
  • Jazz Band UI
  • Introducing Penggunaan AGPS utk lampu jalan dan Listrik Pangung.
  • Peluncuran Kembang Api LAUNCHING OF NANO WAVE
  • Paduan suara UI
HARI KE-2, Jumat 15 Juli 2011
WAKTU
KETERANGAN
09:00 – 09:30 Registrasi
09.30 – 09.40 Sambutan Dekan FTUI (Bapak Prof Bambang Sugiarto)Sambutan Menteri ESDM (Bp. Darwin Saleh) – TBA
09.40 – 09.50 Penyerahan sumbangan ke Dubes Jepang (oleh Menteri ESDM), Beberapa AGPS diserahkan untuk menolong korban tsunami di Jepang
09.50 – 10.30 Show Listrik utk Kesejahteraan (sebutkaan nama penemu Prof Ricky Stephenus Wee kerjasama dengan Prof Raldi AK)
10.30 – 10.45 Coffee Break
10.45 – 11.45
  • Talk show “Energi non fosil untuk sustainable development
dengan pembicara :
  1. Kementerian ESDM (Maritje Hutapea)
  2. Prof Perumal M (WTC Singapore)
  3. Kementrian LH
  4. Kementrian DKP: Dirjen P2HP, Prof. Martani Huseini
  5. Asosiasi Energi
  • Moderator :  FTUI Prof. Raldi Artono Koestoer (RAK)
  • Keliling stand (peserta talkshow/hadirin)
11.45 – 13.30 Lunch Break dan sholat
13.30 – 16.00
  • Expo Green Energy (Utilization of Automatic Generated Power Supply)
  • Green Building
  • Green IT
  • Tanya Jawab Produk Riset Unggulan :  DTM dan dari Amedic (Budhi)
19.00 – 21.00
  • The Professor band v1
  • Other band or program (Alumni)
  • Nano Wave Show
HARI KE- 3, Sabtu 16 Juli 2011 (hari ke 3 batal, ditiadakan)
WAKTU
KETERANGAN
09.00 – 09.30 Registrasi
09.30 – 09.40 Sambutan Kadep T.Mesin UI (Bpk Dr. Ir. Harinaldi)
09.40 – 09.50 Sambutan Menteri PDT
09.50 – 10.00 Lelang Emergency Mobil Power Supply/Generator Supply Unit (Lelang diambil Second Lowest)Sumbangan untuk Satu Kabupaten (Jeneponto) oleh Prof. Ricky
Penandatanganan Kerjasama (MOU) antara Menteri PDT dan Wakil Rektor III10.00 – 11.00Show Listrik utk Kesejahteraan (provided by Bp.  Prof. Ricky Stephenus Wee & Bp. Prof. RAK)11.00 – 11.15Coffee Break11.15– 12.30
  • Talk show “Penerangan Sumber Kehidupan Pembangunan”
dengan pembicara :
  1. Kementerian PDT (Deputi Bid. Infrastruktur, Agus Salim Dasuki MSc.
  2. Dep Teknik Mesin dan DT Kimia
  3. PLN (Dirut/wakil)
  4. Ibus (Ekonomi)
  • Moderator :  Kemenko Perekonomian/ Raldi Hendro Koestoer (RHK)
  • Keliling stand (peserta talkshow/hadirin)
12.30 – 14.00Lunch Break dan sholat14.00 – 16.00Introduksi Inovasi Riset dan Produk NasionalRiset FTUI (DTM, DTK, dll)19.00 – 21.00
  • Jazz band Fak Ekonomi
  • Peluncuran Kembang Api diatas danau Merayakan Ulang Tahun FTUI
  • Other Band and program (Alumni)

Kontak:
Anang Saifuddin 081310126463   anangsaifuddin@yahoo.com (EO)
Ridho Irwansyah 08126845357   ridhoirwansyah@ymail.com (EO)

Wednesday, August 29, 2012

Laporan Perjalanan Ravalinho Adrian P


Laporan Perjalanan ke Pantai Anyer
            Puji Syukur kami Panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terlaksananya liburan ke Pantai Anyer kegiatan liburan ini dilaksanakan pada hari Kamis,20 April 2007.
            Kami berangkat dari Sekolah SMP Sukajadi pada hari Kamis,20 April 2007, pukul 07.00. Seusai dilepas oleh Kepala sekolah SMP Sukajadi, kami berangkat dengan di pimpin oleh Pemimpin OSIS, Regunya dan Walikelas masing-masing.
            Selama di perjalanan, Kami bermain tebak-tebakan lagu, nama, kota, Negara, dan Pulau-pulau. Setelah 4 jam perjalanan, Kami melihat Pemandangan Pantai yang sangat Indah. Kami mencari tempat untuk mengadakan acara Perjalanan itu di kejauhan dari Air Pantai. Kami melihat orang-orang sedang berjemur, bermain, dan berjalan-jalan. Ada juga anak-anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran di dekat perairan Pantai. Kami pun menikmati udara segar pagi di Pantai, setelah jam 11.30, kami Makan Siang di Sebuah Saung, ketika jam 17.30 kami melihat Matahari terbenam, sungguh Indah sekali pemandangan itu.
            Jam 18.30 kami berbincang-bincang dengan sesame teman, setelah jam 20.30 kami berangkat pulang ke Sekolah. Setelah sampai, acara penutupan di langsungkan oleh Kepala Sekolah SMP Sukajadi.
            Demikian laporan perjalanan ke Pantai Anyer. Mudah-mudahan laporan ini bergguna bagi kita.
                        Jakarta, 22 April 2007
                                                                                                                        Pelapor,

­­_______________
Ravalinho Adrian P
Ketua Kelas 9A